Kamis, 11 Feb 2021 18:25 WIB

Nakes Gak Dapat SMS Panggilan Vaksin, Harus Gimana?

Mustiana Lestari - detikHealth
Fachmi Idris Foto: BPJS Kesehatan
Sumedang -

Sejak pertengahan Januari lalu, tenaga kesehatan yang berada di garis terdepan melawan COVID-19 menjadi yang pertama divaksin. Pemerintah pun telah menyebarkan SMS blast ke nakes yang menjadi peserta vaksinasi.

Kendati demikian, nyatanya tidak semua tenaga kesehatan atau nakes menerima SMS dari Kemenkes tersebut. Lalu apa yang harus dilakukan nakes? BPJS Kesehatan melalui P-Care bisa menjadi solusi bagi para nakes.

"Seluruh tenaga di Fastilitas Kesehatan (rumah sakit) itu bisa daftar langsung dengan menunjukkan identitas saja," jelas Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris kepada detikcom di RSUD Sumedang, Kamis (11/2/2021).

Nantinya data nakes tersebut akan bisa langsung ditambahkan di aplikasi P-Care yang terintegrasi dengan database yang ada di fasilitas kesehatan. Dengan demikian, diharapkan seluruh nakes dapat terakomodir untuk mendapatkan vaksin.

Aplikasi yang dioperasikan oleh mitra BPJS Kesehatan seperti, puskesmas, klinik, rumah sakit, KKP, dan pos vaksinasi ini terpantau setiap menit secara real time. Setiap 4 tahapan yang menjadi prosedur vaksinasi akan ter-update secara otomatis. 4 Tahapan atau prosedur vaksinasi itu terdiri dari pendaftaran, screening, vaksinasi hingga observasi dan penebitan sertifikat vaksin.

"Dengan sistem ini memantau ketat menit ke menit, ada jamnya se-Indonesia ini ini real time dan dilaporkan ke menteri tiap sore. Sudah canggih deh data P-Care tiap sore bisa ketahuan," tandas Fachmi lagi.

Sementara itu, Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Sumedang Ekki Riswandiyah mengatakan semua pasokan vaksin hingga data nakes yang telah atau belum divaksinasi terus berubah dan meningkat.

Dia menyebut dinas juga memberikan kemudahan bagi para nakes yang tak mendapat SMS blast dari Kemenkes, caranya dengan menyertakan bukti namanya ada di Sistem Informasi SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan (SISDMK) atau dengan surat keterangan dari tempat dia bekerja.

Nakes juga bisa mengirim e-mail ke vaksin@pedulilindungi.id dengan menyertakan surat keterangan dari fasyankes tempat dia bekerja. Selain itu, nakes juga diharapkan untuk segera melapor kepada atasannya atau pengelola fasilitas kesehatan tempatnya bekerja untuk memastikan namanya terdaftar dalam SISDMK.



Simak Video "Kemenkes Tegaskan Vaksin Gratis Tanpa Syarat!"
[Gambas:Video 20detik]
(mul/mpr)