Sabtu, 13 Feb 2021 12:30 WIB

ROUND-UP

Beda Prediksi Bloomberg dan Tim FKM UI soal Kapan Corona di Indonesia Usai

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kasus positif COVID-19 di Indonesia bertambah lagi di tengah penerapan PPKM-vaksinasi virus Corona. Per hari ini, total kasus COVID-19 di RI capai 999.256 orang Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Bloomberg memprediksi butuh 10 tahun lamanya pandemi Corona di Indonesia bisa berakhir. Perhitungan mereka didasarkan pada cakupan vaksinasi setiap negara.

Dalam perhitungan Bloomberg, rata-rata vaksinasi COVID-19 di Indonesia hanya 64.187 dosis per hari. Menurutnya, jika cakupan vaksinasi tersebut tak ditingkatkan, butuh 10 tahun untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, saat 75 persen dari populasi sudah menerima dua suntikan dosis vaksin Corona.

prediksi pandemi corona berakhirprediksi pandemi corona berakhir Foto: Bloomberg

Sementara itu, dengan melakukan perhitungan yang sama terkait cakupan vaksinasi, tim riset Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) menyebut wabah Corona di Indonesia seharusnya sudah bisa terkendali pada September 2021. Mengapa begitu? Berikut perhitungannya.

Perhitungan TIM FKM UI menjelaskan, cakupan vaksinasi yang diperlukan harus mencapai 70.980.000 orang, dengan jumlah vaksinasi per hari 930 ribu suntikan. "Dengan begitu target vaksinasi disebut tim FKM UI tercapai dalam 167 hari," tulis tim riset FKM UI.

Bahkan, wabah Corona Indonesia bisa dikendalikan lebih cepat dari perkiraan awal September 2021, jika menggunakan tambahan vaksin seperti Pfizer, AstraZeneca, hingga Novavax dengan efikasi vaksin lebih tinggi. Sebab, perhitungan ini berdasarkan vaksin Sinovac dengan efikasi 65,3 persen.

Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban pun cukup optimistis bahwa vaksinasi COVID-19 di Indonesia tak kalah dengan banyak negara lain.

"Kalau lihat data di lapangan saya cukup optimis bahwa kita bisa bersaing dengan banyak negara mengenai kecepatan vaksinasi baik, dan kita lihat juga concern dari pemerintah dan juga presiden mengenai vaksinasi ini cukup jelas dan kemudian saya," katanya, beberapa waktu lalu.



Simak Video "Survei FKM UI: 92% Warga Jakarta yang Kena COVID-19 Tidak Terdeteksi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)