Senin, 15 Feb 2021 09:45 WIB

Saturasi Oksigen Uya Kuya Drop di Bawah 90, Cara Ceknya Gimana Sih?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Gaya Mewah Uya Kuya Uya Kuya sempat positif Corona. (Foto: Instagram/Uya Kuya)
Jakarta -

Uya Kuya positif Corona, ia mengabarkan hal ini dalam laman akun pribadi media sosialnya. Selama terpapar, ia mengeluhkan beragam gejala COVID-19 termasuk demam tinggi dan sempat 'ngos-ngosan'.

Saat menjalani isolasi mandiri, tanpa disadari saturasi oksigen Uya Kuya berada di bawah 90.

"Gue diinfus di apartemen, tapi pada saat itu saturasi oksigen terus menurun di bawah 90 akhirnya dokter hands up langsung dibawa ke RS," ceritanya dalam akun YouTube-nya.

Bagaimana sih cara mengecek saturasi oksigen?

Saturasi oksigen bisa dicek melalui alat oximeter. Alat ini dijual bebas, baik di apotek hingga marketplace dengan harga yang cukup beragam.

Dikutip dari Mayo Clinic, tingkat saturasi oksigen atau SpO2 normal berada pada angka 95 hingga 100 persen. Tetapi, jika saturasi oksigen atau SpO2 berada di bawah 95, seperti 92 dan seterusnya bisa menunjukkan adanya potensi hipoksemia atau kekurangan oksigen.

Cara membaca oximeter sebenarnya cukup mudah, tetapi ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi hasil akurasi seperti gerakan, suhu, atau cat pada kuku. Kamu bisa membaca saturasi oksigen dengan melihat kadar SpO2 (tingkat saturasi oksigen) dan PRbpm pada pulse oximeter.

Bagaimana cara memilih oximeter yang baik?

"Tipsnya ya cari yang memang benar dijual oleh toko yang menjual barang medis sehingga lebih dapat dipercaya," jelas ahli jantung dr Vito beberapa waktu lalu.

Menurutnya, perlu untuk mengecek lebih dulu efektivitas alat oximeter pada pasien Corona dengan saturasi normal. Hal ini untuk memastikan oximeter yang dibeli memiliki akurasi yang baik.

"Lalu dites dicoba ke orang normal saturasinya. Jika pada pasien hasil meragukan coba restart lagi dan test ke orang normal sehat. Jika memang saturasi turun di bawah 95 persen maka sebaiknya segera periksa ke profesional medis," pesannya.



Simak Video "Daftar Kontak Mobil Darurat untuk Evakuasi Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)