Senin, 15 Feb 2021 13:31 WIB

Varian Baru Corona Inggris, Afsel dan Brasil Belum Ditemukan di Indonesia

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Apakah Mutasi Virus Corona Akan Mengubahnya Jadi Jinak? Ilustrasi mutasi Corona. Foto: DW (News)
Jakarta -

Memicu lonjakan kasus COVID-19 di sejumlah negara, tiga varian baru Corona disebut belum juga ditemukan di Indonesia hingga saat ini. Adapun ketiga varian tersebut termasuk B117, varian Corona yang mendominasi di Inggris.

"Kita tahu dampak dari adanya varian baru Corona ini sudah serius. Kita harus melakukan surveilans genom lebih intensif lagi," sebut Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Brodjonegoro dalam webinar online Senin (15/2/2021).

Berikut tiga varian baru Corona yang belum ditemukan di Indonesia:

- Varian SARS-CoV-2 Corona B117 (Inggris)
- Varian SARS-CoV-2 B1351 (Afrika Selatan)
- Varian SARS-CoV-2 B11281 (Brasil)

"Kita sudah mensubmit 416 sequences, 392 di antara yang disubmit sudah whole genome sequencing," bebernya.

Clade yang ditemukan di Indonesia didominasi dengan GH, sebanyak 59 persen. Menyusul clade GR 19 persen, berikut detailnya:

- Clade GH: 59 persen
- Clade GR: 19 persen
- Clade 0: 5 persen
- Clade G: 1 persen
- Clade L: 16 persen

Menurut Bambang, jika varian baru Corona masuk Indonesia tentu akan memperburuk wabah COVID-19. Pasalnya, sejumlah RS juga sudah melaporkan over kapasitas tempat tidur.

"Meski varian baru Corona belum ditemukan di Indonesia, varian baru Inggris dilaporkan di beberapa negara Asia, dan Australia, kita harus meningkatkan surveilans genomic," pungkasnya.



Simak Video "Ilmuwan Inggris soal Dugaan Strain Corona Baru Lebih Mematikan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)