Senin, 15 Feb 2021 17:46 WIB

Tak Semua Pasien Autoimun Alami Gejala Berat Saat Terinfeksi Corona

Ayunda Septiani - detikHealth
Ashanty saat ditemui di kawasan Jagakarsa. Ashanty terinfeksi Corona. (Foto: Pool/Palevi S/detikFoto)
Jakarta -

Ashanty mengumumkan jika dirinya terinfeksi COVID-19 lewat unggahan Instagram Stories miliknya @ashanty_ash. Tak hanya Ashanty, Aurel, Azriel, dan Arsy juga positif COVID-19.

Sebelum terinfeksi Corona, Ashanty pernah menceritakan jika dirinya mengidap penyakit autoimun. Orang dengan kondisi autoimun diketahui termasuk daftar komorbid yang perlu ketentuan khusus saat ingin divaksin COVID-19.

Namun, apakah orang dengan kondisi autoimun alami gejala berat saat terinfeksi Corona?

Dokter spesialis penyakit dalam dari RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH menyebutkan, tidak ada perlakuan khusus untuk orang dengan autoimun. Tergantung dari kondisi autoimun pada saat itu.

"Ya prinsipnya bahwa secara khusus tentu (bisa lebih parah), kalau memang dia autoimun kemudian kena COVID-19 maka ini kan komorbid. Ini tergantung juga dari kondisi dia, apakah memang saat itu dia lagi keadaan infeksi, ada demam juga, tambah kena COVID-19, itu akan memperburuk keadaan," terang Prof Ari, saat dihubungi detikcom, Senin (15/02/2021).

Meski tak selalu berisiko mengalami perburukan, pengidap autoimun yang terinfeksi COVID-19 disarankan untuk menghentikan sementara pengobatan untuk autoimunnya.

"Tapi kalau dia imunnya tenang-tenang aja sih nggak ada masalah sebenarnya. Tidak ada hal khusus misal menambah obat. Tergantung dari kondisi penyakitnya pada saat itu, dan tidak bisa kita generalisasi," tambah Prof Ari.



Simak Video "RI Mirip Seperti Amerika soal COVID-19, Ini Saran Dr Faheem Younus"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)