Selasa, 16 Feb 2021 11:30 WIB

Tim Investigasi WHO: Corona di Wuhan 5 Kali Lebih Tinggi dari yang Dilaporkan

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Tim WHO Akhirnya ke Wuhan Selidiki Asal-Usul Virus Corona Kasus Corona di Wuhan disebut 5 kali lipat lebih tinggi dari yang dilaporkan. (Foto: ABC Australia)
Jakarta -

Tim investigasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyelidiki asal-usul Corona di China, menemukan tanda-tanda COVID-19 sudah menyebar lebih luas pada awal wabah. Kasusnya lebih banyak lima kali lipat dari yang selama ini dilaporkan Wuhan.

"Virus itu beredar luas di Wuhan pada bulan Desember, yang merupakan temuan baru," sebutnya, dikutip dari CNN.

Mereka lantas mencari akses ke ratusan ribu sampel darah di Wuhan tetapi China sejauh ini belum memberikan akses izin tersebut. Penyelidik utama WHO, Peter Ben Embarek, menyebut ada lebih dari selusin strain virus Corona yang ditemukan di Wuhan pertama kali.

Data wabah COVID-19 lima kali lipat dari yang dilaporkan

Berdasarkan penuturan spesialis keamanan pangan WHO, tim dari para ilmuwan China mencatat 174 kasus virus Corona COVID-19 di awal wabah Wuhan, Desember 2019. Namun, Embarek menyebut kemungkinan orang yang terpapar saat itu mencapai 1.000 orang.

"Kami belum melakukan pemodelan apa pun sejak itu. Tapi kami tahu dalam angka kasarnya dari populasi yang terinfeksi, sekitar 15 persen berakhir menjadi kasus yang parah, dan sebagian besar adalah kasus ringan," bebernya.

Sebanyak 17 peneliti WHO di China juga mempelajari materi genetik virus Corona yang mereka periksa dari kasus COVID-19 pada awal Desember. Mereka pertama kalinya berhasil mengumpulkan genome sequencing berbeda dari SARS-CoV-2 pada 2019.

Urutan tersebut, jika diperiksa dengan data pasien yang lebih luas di China sepanjang 2019, dapat memberikan petunjuk berharga tentang tempat asal mula dan kemungkinan waktu dimulainya wabah COVID-19 sebelum Desember.

"Beberapa dari mereka berasal dari pasar. Beberapa dari mereka tidak terkait dengan pasar," yang termasuk pasar makanan laut Huanan di Wuhan, yang diduga berperan dalam penyebaran pertama virus.

"Ini adalah sesuatu yang kami temukan sebagai bagian dari misi kami, bagian dari interaksi yang kami lakukan bersama," pungkasnya.

Pasien COVID-19 pertama menurut China

Tim WHO juga sempat berbicara dengan pasien COVID-19 pertama menurut China. Adalah pekerja kantoran berusia 40-an tanpa catatan riwayat perjalanan, disebut terpapar pada 8 Desember.



Simak Video "WHO Tak Henti Keluarkan Peringatan soal Corona"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)