Selasa, 16 Feb 2021 16:04 WIB

Sepekan PPKM Mikro, Keterisian Ruang Isolasi ICU Masih di Atas 60 Persen

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Treatment of a patient in critical condition in the ICU ward Keterisian ruang isolasi ICU masih di atas 60 persen. (Foto: iStock)
Jakarta -

Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro sejak 9 Februari 2021 lalu sudah berjalan satu minggu. Selama penerapannya, bagaimana dampaknya pada tingkat keterisian rumah sakit yang merawat pasien COVID-19?

Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Dr dr Lia G Partakusuma, SpPK, MM, MARS, mengatakan tingkat keterisian rumah sakit memang mengalami penurunan, terutama pada ruang rawat yang dijadikan tempat isolasi pasien COVID-19. Tetapi, ia belum yakin bahwa hal itu adalah dampak dari pemberlakuan PPKM mikro.

"Kelihatannya, pengaruh dari aturan pembatasan berskala besar (PPKM sebelumnya) itu terlihat ya. Tapi, untuk PPKM ini (mikro) masih belum lama dilakukan, saya tidak tahu apakah berdampak atau tidak. Tapi, mudah-mudahan berdampak. Artinya, yang kita lihat bahwa angka ini nampaknya sudah menurun," kata Sekretaris Jenderal Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Dr dr Lia G Partakusuma, SpPK, MM, MARS, dalam konferensi pers di BNPB, Selasa (16/2/2021).

"Apakah itu ada kaitannya dengan PPKM mikro, saya rasa ini belum bisa dipastikan, karena biasanya dampak itu (terlihat) satu minggu-dua minggu, baru ada strategi baru," imbuhnya.

Menurut dr Lia, untuk ruang rawat isolasi biasa mengalami penurunan, bahkan ada yang angkanya di bawah 60 persen. Namun, untuk ruang isolasi ICU bagi pasien COVID-19 dengan kasus berat masih padat.

"Tetapi, untuk tempat-tempat yang ICU, di rumah sakit yang mempunyai ruang ICU COVID-19 saat ini angkanya terutama di Jawa masih penuh," ujar dr Lia.

"Beberapa tempat, seperti di Bekasi dan Jakarta angkanya masih di atas 60 persen untuk ICU," lanjutnya.

Meski begitu, dr Lia mengatakan akan terus melihat lebih lanjut apakah penurunan ini dipengaruhi strategi PPKM terbaru atau bukan.



Simak Video "2 Penyebab RS Rujukan Corona Alami Antrean Panjang"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)