Sabtu, 20 Feb 2021 14:05 WIB

Jakarta Kebanjiran, PPKM Mikro Masih Efektif Atasi COVID-19?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Sejumlah warga beraktivitas di kawasan tanggul sungai di RT 7 RW 4,Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara, Sabtu (20/2). Banjir yang mengenangi kawasan pemukiman tersebut diakibatkan karena intensitas hujan yang tinggi sejak semalam dan tanggul yang bocor karena tidak terawat sehingga tidak mampu menahan laju luapan sungai Kapuk Muara dan menyebabkan banjir DKI Jakarta kembali dilanda banjir. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro untuk mengatasi pandemi COVID-19. Kebijakan ini diperpanjang hingga 8 Maret 2021.

"Perpanjangan waktu ini diputuskan untuk dua minggu ke depan, yaitu 23 Februari sampai 8 Maret 2021," kata Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto dalam jumpa pers secara virtual, Sabtu (20/2/2021).

Namun, masalahnya sejumlah wilayah yang menerapkan PPKM mikro tengah mengalami bencana alam. Salah satunya adalah DKI Jakarta, yang kini sedang dilanda banjir. Lantas apakah PPKM mikro akan tetap efektif dalam mencegah penularan COVID-19?

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo pun mengaku tantangan yang saat ini menimpa Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 sangatlah besar dengan munculnya berbagai bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.

Berdasarkan pengalaman di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat beberapa waktu lalu, kata Doni Monardo, kemungkinan pihaknya akan menerapkan strategi pemisahan antara kelompok rentan dan usia muda di tempat pengungsian. Hal ini untuk mencegah terjadinya kasus penularan COVID-19 di antara pengungsi banjir di DKI Jakarta selama pelaksanaan PPKM mikro.

"Seperti halnya kejadian di Kalimantan Selatan. Lebih dari 50 ribu warga kita harus mengungsi dan inilah tantangan yang terbesar. Tidak cukup ruang, tidak cukup tempat, untuk menampung saudara-saudara kita yang mengalami musibah," kata Doni Monardo dalam kesempatan yang sama.

"Sehingga strateginya adalah memisahkan antara kelompok yang rentan dan kelompok muda usia. Kelompok rentan di sini adalah lansia dan mereka yang punya komorbid, termasuk ibu hamil dan menyusui serta balita dengan kelompok muda," lanjutnya.

Menurut Doni Monardo, sejauh ini strategi tersebut cukup efektif dalam mengurangi kasus penularan COVID-19. Meski begitu, ia tetap minta kepada semua komponen masyarakat untuk saling bekerja sama dalam mencari solusi agar bencana alam sekaligus penanganan COVID-19 dapat ditangani dengan baik.



Simak Video "Kasus COVID-19 Masih Menanjak saat PPKM Darurat, Ini Kata Epidemiolog"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/kna)