Selasa, 23 Feb 2021 15:05 WIB

Dinkes: Kasus Aktif Corona DKI Mulai 'Landai', Keterisian Bed Menurun

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Operasi disinfeksi Corona dengan menyemprotkan cairan disinfektan dilakukan di kawasan Monas. Hal itu dilakukan untuk sterilisasi lokasi jelang dibuka kembali. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Kasus aktif Corona DKI Jakarta tampaknya sudah mulai menurun. Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti melihat penurunan laju kasus aktif COVID-19 sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro dimulai.

Menurut Widyastuti, data menunjukkan penurunan signifikan dari 7 Februari lalu yaitu sebanyak 23.869 kasus, hingga di 21 Februari tercatat sebanyak 13.309 kasus aktif Corona.

Penurunan kasus aktif Corona DKI disebut Widyastuti dampak dari penerapan PPKM mikro yang kini diperpanjang hingga 8 Maret 2021.

"Laju kasus aktif yang nampak menurun ini juga disumbang oleh peningkatan kesembuhan pasien positif COVID-19, yang mana per tanggal 7 Februari 2021 sebesar 265.359 dengan persentase kesembuhan 90,3 persen, meningkat per 21 Februari 2021 sebesar 310.412 dengan persentase 94,5 persen dari persentase kesembuhan nasional yang berada pada 85 persen," jelas Widyastuti dalam keterangan tertulis, dikutip detikcom pada Selasa (23/2/2021).

Kabar baik lainnya, kata Widya, merupakan penurunan keterisian bed RS ruang isolasi maupun ICU dalam beberapa waktu terakhir. Widya menyebut hal ini dikarenakan strategi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebelumnya yang menambah kapasitas bed isolasi dan ICU sehingga angka kesembuhan meningkat dan bed occupancy rate (BOR) berkurang.

"Ada penurunan yang cukup signifikan pada keterisian tempat tidur isolasi di mana per tanggal 5 Februari 2021 sebanyak 8.259 tempat tidur kita terisi 5.921 tempat tidur atau 72 persen, menurun per tanggal 21 Februari 2021 di mana kapasitas tempat tidur ditambah menjadi 8.321 tempat tidur dan terisi 5.461 tempat tidur atau 66 persen dari kapasitas yang ada," tambah Widyastuti.

"Sementara itu kapasitas ICU juga mengalami penurunan, yakni per tanggal 5 Februari 2021 kapasitas ICU kita sebesar 1.133 dan terisi 842 atau 74 persen, dan pada 21 Februari 2021 kapasitas ICU sebesar 1.156, terisi 817 atau 71 persen," lanjutnya.

Di sisi lain, Widyastuti menekankan agar tak menanggapi tren laju penurunan dengan melonggarkan protokol COVID-19. Disebutnya, tetap perlu mewaspadai penularanCOVID-19 terlebih di tengah kondisi hujan ekstremJabodetabek dan sebagian warga berkumpul di tempat pengungsian.



Simak Video "Kasus Aktif Corona Indonesia Tertinggi se-Asia Tenggara"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/kna)