Rabu, 24 Feb 2021 17:59 WIB

IPB Siap Bantu Uji Preklinik Vaksin COVID-19 Merah Putih

M Sholihin - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi (Foto: iStock)
Jakarta -

Dekan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) IPB University, Deni Noviana mengatakan, IPB University merupakan perguruan tinggi yang berkompeten dalam pengujian vaksin. IPB juga mengaku siap membantu melakukan uji preklinis terhadap vaksin merah putih.

"IPB University merupakan salah satu perguruan tinggi yang berkompeten, independen, dan terakreditasi, serta juga memiliki kemampuan, sarana dan prasarana memadai dalam bidang medis dan kesehatan termasuk berbagai pengujian preklinis obat, baik obat hewan maupun manusia termasuk vaksin," ujar Deni Noviana dalam keterangan tertulisnya, Rabu (24/2/2021).

"IPB University memiliki pengalaman dalam melakukan berbagai pengujian klinis pada obat hewan dan manusia, baik untuk kepentingan registrasi maupun pengembangan produk," kata dia menambahkan.

Deni menyebut, pengujian preklinis terhadap vaksin Merah Putih COVID-19 yang dapat dilakukan oleh IPB University terdiri atas tiga kegiatan utama. "Pertama, pengujian preklinis secara in vitro (pengujian respons imunitas), in vivo (pengujian toksisitas akut, subkronis, kronis, teratogenisitas, farmakodinamik dan biodistribusi) pada tikus, serta pengujian imunogenisitas dan adverse effect pada non-human primates," tutur Deni.

FKH dan Pusat Studi Satwa Primata (PSSP), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IPB University memiliki fasilitas yang lengkap dan didukung sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan ahli di bidang pengujian obat, termasuk di dalamnya pengujian preklinis. Bidang keahlian yang dimiliki FKH dan PSSP di bidang pengujian preklinis antara lain Farmakologi dan Toksikologi, Mikrobiologi Medik (Imunologi dan Virologi), Patologi, dan bidang lain yang terkait dengan pengujian obat.

"Semuanya siap berperan dalam membantu pengujian preklinis vaksin Merah Putih COVID-19 pemerintah Indonesia," kata Deni.

Menurut Deni, pengujian preklinis dapat digunakan sebagai uji awal untuk mengevaluasi respon pemberian vaksin baik akut, subkronis, kronis, teratogenisitas, farmakodinamik, dan biodistribusi dengan menggunakan hewan coba. Hewan coba yang biasa digunakan untuk pengujian preklinis terdiri atas non primate animals (mencit, tikus, kelinci) dan non-human primates (monyet rhesus).



Simak Video "2 Progres Vaksin Merah Putih Tercepat: Buatan Eijkman dan UNAIR"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)