Jumat, 26 Feb 2021 10:03 WIB

6 Komplikasi Medis Jangka Panjang Akibat COVID-19

Ayunda Septiani - detikHealth
Petugas medis menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) memeriksa kondisi pasien COVID-19 yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) saat kegiatan berjemur dan olahraga di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Jawa Barat, Senin  (21/12/2020). Kegiatan pemeriksaan kesehatan, berjemur dan berolahraga tersebut rutin dilakukan setiap pagi hari untuk meningkatkan daya tahan tubuh pasien yang menjalani isolasi. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy)
Jakarta -

Berbeda dengan penyakit lainnya, virus Corona COVID-19 mengubah cara kita memandang hidup dan mengubah cara hidup kita saat ini.

Dari mengganggu kehidupan jutaan orang hingga memberikan dampak besar pada kesehatan fisik dan mental kita, virus Corona baru terus memiliki efek jangka panjang pada gaya hidup kita sehari-hari.

Selain daftar gejala yang terus bertambah dari efek ringan hingga parah, para ahli telah membuat daftar enam komplikasi medis jangka panjang yang terkait dengan COVID-19 dikutip dari laman Times of India.

1. Penyakit pernapasan

Mengingat virus Corona COVID-19 adalah penyakit yang menyerang pernapasan, hal ini membuat paru-paru kamu lebih rentan terhadap kerusakan dalam jangka panjang.

Pasien virus Corona sering mengeluh kelelahan, nyeri dada, dan sesak napas, yang semuanya merupakan tanda-tanda virus Corona baru.

SARS-CoV-2 berpotensi menyebabkan perubahan inflamasi di paru-paru, yang dapat berdampak negatif pada jaringan dan kantung paru-paru, yang menyebabkan efek jangka panjang yang parah pada kesehatan pernapasan.

2. Dampak pada fungsi kardiovaskular

Denyut jantung yang tidak normal, jantung berdebar, nyeri dada, dan kelelahan kronis dilaporkan sebagai gejala COVID-19.

Selain itu, pembentukan gumpalan darah, radang otot jantung dan kemungkinan terjadinya stroke jantung juga menjadi salah satu risiko kesehatan utama yang dipicu oleh SARs-COV-2.

3. Komplikasi ginjal

Di antara komplikasi medis lainnya, fungsi ginjal yang rendah juga menjadi salah satu masalah yang berkembang pada pasien yang sembuh dari COVID-19. Mengingat seseorang menderita diabetes atau menderita tekanan darah tinggi, risiko terkena masalah ginjal dan cedera ginjal jauh lebih tinggi.

4. Gangguan neurologis

Akibat virus Corona COVID-19, pasien juga mengalami radang ringan hingga parah, stroke, dan kejang di otak. Bahkan setelah pemulihan, pasien mengeluh mengalami kebingungan mental, sakit kepala, pusing dan penglihatan kabur selama dan setelah pemulihan mereka.

Hilangnya indera penciuman dan perasa bersama dengan masalah ingatan dilaporkan merupakan beberapa efek jangka panjang COVID-19 pada kesehatan otak.

5. Masalah kulit

Selain kerusakan jangka panjang pada organ dalam, COVID-19 juga berdampak pada lapisan luar tubuh. Ruam kulit dan rambut rontok menjadi beberapa efek dari virus Corona.

6. Kesehatan mental yang disebabkan oleh COVID-19

Tak hanya merugikan kesehatan fisik, virus Corona COVID-19 juga berdampak pada kesehatan mental. Dari menderita stres dan kecemasan, penelitian telah melaporkan perilaku psikotik pada pasien yang menderita COVID-19.

Bagaimana cara mengatasi masalah ini?

Meskipun COVID-19 menimbulkan risiko kesehatan yang parah, penting bagi kamu untuk tetap waspada dan mewaspadai setiap atau semua tanda virus mematikan tersebut. Jika mengalami gejala yang terkait dengan COVID-19, kamu harus segera menjalani tes. Isolasi diri untuk menekan penyebaran virus.

Untuk komplikasi COVID-19 yang parah, jangan ragu untuk segera mencari pertolongan medis. Ini tidak hanya akan memfasilitasi pengobatan yang lebih cepat tetapi juga akan membatasi efek jangka panjang virus.



Simak Video "Hati-hati dengan Badai Sitokin "
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)