Jumat, 26 Feb 2021 20:12 WIB

Hoax! Kemenkes Bantah Puluhan Wartawan Terkapar Setelah Vaksinasi COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sejumlah pekerja media mendapatkan vaksin COVID-19. Proses vaksinasi dilakukan di Hall A Senayan, Jakarta. Vaksinasi COVID-19 untuk pekerja media (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sebuah pesan viral beredar grup Whatsapp dan media sosial, menyebut puluhan wartawan terkapar setelah mendapat vaksin COVID-19. Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan RI dr Siti Nadia Tarmizi membantah informasi tersebut.

"Kami sampaikan, informasi yang beredar di WA grup dan media sosial ini adalah tidak benar," tegas dr Nadia, Jumat (26/2/2021).

Meluruskan informasi yang beredar, dr Nadia menyebut ada 5 awak media yang menjalani observasi karena Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Kelimanya merasa ada keluhan efek samping pasca penyuntikan vaksin COVID-19.

"Saat ini kelima awak media itu sudah kembali ke rumah masing-masing dan dalam kondisi sehat," jelas dr Nadia.

Dari hasil pemeriksaan, salah satu penyebab munculnya keluhan yang dialami kelima awak media ini adalah kurang istirahat pada malam hari sebelum vaksinasi. Karenanya, dr Nadia mengimbau peserta vaksinasi untuk tidak begadang sebelum penyuntikan.

Dihubungi terpisah, ahli jantung dari RS Siloam dr Vito A Damay menjelaskan bahwa kurang tidur akan mempengaruhi bioritme tubuh. Efeknya, tekanan darah cenderung meningkat dan tubuh terasa lemas.

"Nah efek lemas dan lelah yang dialami setelah begadang itu dirasakan sebagai 'drop', 'kurang fit' dan diasumsikan sebagian orang karena tekanan darah turun," jelas dr Vito.



Simak Video "Hoax Vaksin Timbulkan Varian Baru dan Sebabkan Kematian Dalam 2 Tahun!"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)