Sabtu, 27 Feb 2021 12:44 WIB

Merasa Tak Nyaman Usai Divaksinasi COVID-19? Begini Cara Menanganinya

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sejumlah pekerja media mendapatkan vaksin COVID-19. Proses vaksinasi dilakukan di Hall A Senayan, Jakarta. Vaksin COVID-19 (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Banyak orang akan mengalami efek samping ringan setelah vaksin COVID-19. Untungnya, efek sampung ini mudah dirawat dan tidak bertahan lebih dari satu atau dua hari.

Beberapa efek samping umum termasuk rasa sakit dan bengkak di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, menggigil, sampai demam. Perlu dicatat bahwa efek samping merupakan tanda normal bahwa tubuh Anda sedang membangun perlindungan

Untuk mengatasinya, para ahli menyarankan beberapa tips yang dicoba. Berikut penjelasannya dikutip dari berbagai sumber.

1. Nyeri di tempat suntikan

Nyeri di tempat suntikan banyak dirasakan usai divaksinasi. Kabar baiknya rasa sakit ini adalah tanda bahwa tubuh mengembangkan respons kekebalan terhadap vaksin.

Untuk mengobati rasa sakit, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan untuk kompres dingin pada area penyuntikan yang mungkin terasa sakit. Tujuannya untuk mengurangi efek peradangan pada area tersebut.

Jika masih terasa sakit, coba gerakkan lengan. Tetap diam hanya akan meningkatkan rasa nyeri.

2. Nyeri otot dan pegal

Beberapa orang juga merasakan pegal di sekujur tubuh setelah mendapatkan vaksin COVID-19.

"Beberapa orang mengatakan bahwa mereka merasa seperti baru saja melakukan olahraga intensitas tinggi. Otot mereka terasa pegal. Dan tidak hanya di tempat suntikan," kata D. Bonnie Maldonado, M.D, pakar penyakit menular di Fakultas Kedokteran Universitas Stanford. "

Untuk mengatasinya, minum banyak air dan istirahat. Mandi air hangat juga bisa membantu.

3. Kelelahan, demam dan sakit kepala

Untuk demam, CDC merekomendasikan orang untuk minum banyak cairan dan berpakaian longgar. Istirahat dan relaksasi adalah cara untuk mengatasi kelelahan.

Banyak dokter menyarankan agar orang tidak membuat janji setelah vaksinasi agar bisa beristirahat. Gejala sering kali muncul di keesokan hari usai vaksinasi.

Selain itu eberapa obat yang dijual seperti ibuprofen dan lainnya dapat digunakan untuk meredakan demam dan sakit kepala. Hanya saja CDC menyarankan berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu bila ingin mengonsumsi obat-obat tersebut.

Kapan harus ke dokter?

Efek samping biasanya tidak bertahan lebih dari 48 jam setelah mendapatkan suntikan, dan seringkali memudar lebih cepat dari itu. Tetapi jika Anda mengalami efek samping hingga berhari-hari setelah mendapatkan vaksin COVID-19, hubungi dokter.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)