Sabtu, 27 Feb 2021 15:45 WIB

Moderna dan Pfizer Mulai Uji Vaksin Buatannya pada Varian Baru Corona

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Ilustrasi vaksin COVID-19. (Foto: iStock)
Jakarta -

Banyak varian baru virus Corona yang sudah teridentifikasi sampai saat ini. Tetapi, yang paling mengkhawatirkan adalah varian dari Afrika Selatan B 1351 yang mampu menghindari respons kekebalan tubuh terhadap mutasi, dan varian Inggris B117 yang mudah menular.

Kondisi ini membuat dua perusahaan pengembang vaksin COVID-19, yaitu Pfizer-BioNTech dan Moderna, mulai melakukan pengujian vaksin pada varian baru virus Corona. Bagaimana perkembangannya?

Pfizer- BIoNTech

Pada Kamis (25/2/2021), Pfizer-BioNTech telah menguji efektivitas penambahan dosis ketiga dari vaksinnya untuk melindungi dari varian baru Corona. Studi ini melibatkan 144 relawan dari usia dewasa hingga 85 tahun, untuk melihat keamanan dan respons imun dari penambahan dosis tersebut.

Mereka juga akan menguji seberapa baik antibodi para relawan dalam menetralkan virus. Para relawan akan menerima dosis ketiga vaksin Pfizer sekitar 6-12 bulan setelah suntikan dosis kedua.

"Studi penguat ini sangat penting untuk memahami keamanan dosis ketiga dan kemanjuran melawan strain yang beredar," kata CEO Pfizer Dr Albert Bourla yang dikutip dari CNN, Sabtu (27/2/2021).

Pfizer-BioNTech juga tengah berdiskusi untuk menguji vaksin yang telah dimodifikasi untuk melindungi dari varian baru Corona. Tetapi, Bourla mengatakan, hingga kini belum mendapatkan bukti yang kuat bahwa varian baru Corona tersebut kebal terhadap vaksinnya.

Moderna

Selain Pfizer, Moderna juga mengungkapkan telah menghasilkan versi terbaru dari vaksin COVID-19 buatannya untuk memerangi varian baru Corona yang ditemukan di Afrika Selatan yaitu B 1351. Dosis pertamanya sudah dikirim ke National Institutes of Health untuk dilakukan studi klinis.

Moderna juga akan mengevaluasi suntikan penguat 'multivalen' yang diformulasi antara vaksin baru dengan vaksin COVID-19 yang ada saat ini. Tak hanya itu, mereka juga tengah menguji penggunaan dosis ketiga vaksin untuk meningkatkan kekebalan dari varian baru Corona.

"Kami bergerak cepat untuk menguji pembaruan pada vaksin yang menangani varian virus yang muncul. Moderna berkomitmen untuk membuat pembaruan sebanyak mungkin pada vaksin kami sampai pandemi terkendali," ujar CEO Moderna Stephane Bancel.

"Kami berharap bisa menggunakan dosis penguat, jika diperlukan, dengan dosis yang lebih rendah. Jika memang diperlukan dan memungkinkan, kami akan memberikan lebih banyak dosis ke global pada akhir 2021 dan 2022 mendatang," lanjutnya.

Namun, pihak Moderna tidak mengatakan berapa lama studi tersebut akan berlangsung atau kapan vaksin COVID-19 baru itu akan tersedia jika sudah mendapatkan izin.



Simak Video "Kata Kemenkes soal Rencana China Campur Beberapa Vaksin COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)