Sabtu, 27 Feb 2021 17:13 WIB

Muncul Alergi Sepulang Vaksinasi COVID-19? Ini yang Wajib Dilakukan

Vidya Pinandhita - detikHealth
Program vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan masih terus berjalan. Pemprov DKI Jakarta gelar vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta. Vaksin COVID-19 (Foto: Rengga Sancaya)
Jakarta -

Risiko alergi vaksin COVID-19 sejujurnya tidak bisa diprediksi karena kandungan di dalamnya adalah sesuatu yang baru. Artinya, setiap orang memiliki kemungkinan alergi terhadap vaksin baru ini. Yang bisa diupayakan hanyalah penanganan jika ada reaksi pasca penyuntikan.

"Kalau ada riwayat alergi obat, itu bahannya beda dengan vaksin. Jadi masih boleh (disuntik vaksin COVID-19)," jelas ahli alergi dan imunologi Prof Dr dr Iris Rengganis, SpPD-KAI pada detikcom, Sabtu (27/2/2021).

"Kalau seseorang disuntik apa pun terjadi reaksi alergi, vaksin kedua juga tidak boleh karena dari yang pertama dia alergi berat. Sekarang kita belum tahu (ada reaksi) kalau dia belum ambil vaksin COVID-19 dosis pertama," lanjut Prof Iris.

Prof Iris menjelaskan, sebenarnya setiap orang memiliki risiko yang sama untuk mengalami reaksi alergi setelah divaksin COVID-19. Pasalnya, orang yang menunjukkan reaksi alergi akibat vaksin COVID-19 hanyalah orang yang sudah pernah disuntik dosis pertama.

Ada yang langsung ketahuan 30 menit pertama. Bisa juga setelah 30 menit, sudah di rumah baru terjadi. Kalau ada reaksi apa-apa, langsung lapor ke IGD mana pun terdekatProf Iris Rengganis, SpPD-KAI - Ahli alergi dan imunologi

Pada saat vaksinasi, penerima vaksin COVID-19 akan diminta menunggu selama 30 menit setelah penyuntikan untuk melihat ada atau tidaknya reaksi alergi. Jika ada, penangan penanganan medis akan diberikan.

Namun Prof Iris menyebut, sebagian reaksi alergi justru timbul pada lebih dari 30 menit pasca penyuntikan, bahkan ada yang baru terjadi beberapa hari kemudian.

Jika mengalami gejala reaksi alergi ketika sudah di rumah, penerima vaksin diminta untuk langsung mendatangi IGD terdekat untuk penanganan medis.

"Ada yang langsung ketahuan 30 menit pertama. Bisa juga setelah 30 menit, sudah di rumah baru terjadi. Kalau ada reaksi apa-apa, langsung lapor ke IGD mana pun terdekat. Kita harus pasca kejadian, baru bisa ada penanganan," jar Prof Iris.

Sedangkan dari petugas medis, penanganan untuk orang yang alami gejala reaksi vaksin juga disiapkan di hadapan penyuntik. Misalnya, adrenalin yang harus siap diberikan pada penerima vaksin yang alami syok.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)