Kamis, 04 Mar 2021 11:49 WIB

China Tetap Wajibkan Tes Swab Anal COVID-19 pada Warga Asing di Negaranya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Sars-CoV-19 test tube in purple protective glove, virus illustration on computer screen in background Ilustrasi virus Corona. (Foto: Getty Images/iStockphoto/PS3000)
Jakarta -

Beberapa waktu lalu, pemerintah Jepang meminta otoritas China untuk menghentikan prosedur tes swab anal untuk mendeteksi COVID-19 pada warga negara Jepang yang berada di negara tersebut. Menurutnya, hal ini bisa memicu sakit psikologis bagi warga negara Jepang yang tengah menetap di sana.

"Beberapa warga jepang melapor pada Kedutaan kami di China bahwa mereka menjalani tes swab anal, yang memicu sakit psikologis yang sangat besar," jelas Kepala Sekretariat Kabinet Jepang, Katsunobu Kato yang dikutip dari Reuters.

Menanggapi hal tersebut, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin mengatakan, prosedur tes swab anal sudah sesuai dengan perubahan situasi pandemi COVID-19 yang terjadi saat ini.

"Tes tersebut sesuai dengan perubahan situasi epidemi serta undang-undang dan peraturan terkait," kata Wang Wenbin yang dikutip dari New York Post, Kamis (4/3/2021).

Meski mendapat tanggapan negatif negara lain, China akan tetap mewajibkan tes swab anal COVID-19 untuk semua warga asing yang tiba di negaranya. Berdasarkan laporan yang ada, pemerintah mengklaim tes ini bisa memberikan akurasi yang lebih tinggi dibandingkan metode skrining virus lainnya.

Selain itu, tes swab anal akan menjadi bagian dari persyaratan baru untuk perjalanan. Pusat pengujian tes swab anal ini juga akan tersedia di bandara Beijing dan Shanghai.

Petugas medis penyakit pernafasan Li Tongzeng mengatakan, tes swab anal ini jauh lebih baik dari tes swab biasa. Hal ini karena jejak virus bisa tinggal lebih lama pada sampel tinja, daripada di hidung atau tenggorokan.



Simak Video "Simak! Petunjuk Konsumsi Suplemen Vitamin D untuk Pasien COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)