Jumat, 05 Mar 2021 15:10 WIB

Perbandingan Berbagai Jenis Golongan Darah, Mana Saja yang Lebih Rentan COVID-19?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Diet Berdasarkan Golongan Darah, Ini Makanan yang Bisa Dikonsumsi Golongan darah mana yang lebih rentan terinfeksi COVID-19? (Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Mixmike)
Jakarta -

Penelitian terkait COVID-19 masih terus dilakukan para peneliti di berbagai negara di dunia. Tak hanya meneliti obat dan vaksin, mereka juga meneliti faktor risiko seseorang bisa terinfeksi COVID-19.

Ada beberapa faktor risiko yang menyebabkan seseorang rentan terinfeksi COVID-19. Mulai dari kebiasaan sehari-hari, penyakit penyerta, kondisi kesehatan hingga golongan darah.

Banyak penelitian yang menyebutkan bahwa golongan darah bisa menjadi penentu seberapa rentan dan kebal seseorang saat terpapar COVID-19. Dirangkum detikcom dari berbagai sumber, berikut deretan golongan darah yang disebut rentan sampai yang kebal terhadap COVID-19.

Golongan darah A

Sebuah studi di China menyebut orang dengan golongan darah A bisa lebih rentan terinfeksi COVID-19, jika dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Studi ini dilakukan pada 2.173 pasien COVID-19 di Wuhan dan Shenzhen.

Pada studi yang dirangkum dari South China Morning Post, pasien dengan golongan darah A disebut lebih rentan mengembangkan gejala COVID-19 yang lebih parah. Dari 206 pasien yang meninggal, 85 persen di antaranya bergolongan darah A.

Dari penelitian lain yang dikutip di MedicalXpress, menunjukkan bahwa reseptor binding domain (RBD) dari SARS-CoV-2 memiliki preferensi kuat untuk mengikat golongan darah A yang ditemukan pada sel pernapasan, tetapi tidak pada golongan darah lain.

Preferensi RDB SARS-CoV-2 untuk mengenali dan menempel pada antigen di golongan darah A yang ditemukan di paru-paru orang pasien dengan golongan darah A ini dapat memberikan wawasan tentang hubungan potensial antara golongan darah A dan infeksi COVID-19.

"Menarik bahwa RBD virus hanya benar-benar lebih menyukai jenis antigen golongan darah A yang ada pada sel pernapasan, yang mungkin merupakan cara virus memasuki sebagian besar pasien dan menginfeksi mereka," kata penulis studi Dr. Sean Stowell, dari Brigham dan Rumah Sakit Wanita di Boston.

"Golongan darah merupakan tantangan karena diturunkan dan bukan sesuatu yang bisa kami ubah. Tetapi jika kami dapat lebih memahami bagaimana virus berinteraksi dengan golongan darah pada manusia, kami mungkin dapat menemukan obat-obatan baru atau metode pencegahan," lanjutnya.

Bagaimana dengan golongan darah lainnya? Klik ke halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Ahli Gizi Ingatkan Jaga Pola Makan Seimbang Saat Puasa"
[Gambas:Video 20detik]