Minggu, 07 Mar 2021 21:19 WIB

Demonstran Myanmar Tuliskan Golongan Darah, Ini Fungsinya Saat Darurat

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
A man flashes three-fingered salute as he wheels his wheelchair during a protest against the military coup in Mandalay, Myanmar on Tuesday, Feb. 16, 2021. Peaceful demonstrations against Myanmar’s military takeover resumed Tuesday, following violence against protesters a day earlier by security forces and after internet access was blocked for a second straight night.(AP Photo) Unjuk rasa antikudeta di Myanmar (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Gadis 19 tahun, Kyal Sin atau Angel, tewas dalam unjuk rasa antikudeta di Myanmar. Situasi berbahaya kerap tidak terhindarkan dalam setiap aksi demonstrasi, bahkan tak jarang mengancam nyawa.

Para pengunjuk rasa di Myanmar tampaknya menyadari hal itu. Dalam beberapa foto yang viral, para demonstran membekali diri dengan informasi detail tentang golongan darah, kontak darurat, dan bahkan 'wasiat' seperti ingin mendonasikan organ tubuh jika terjadi sesuatu dengan nyawanya.

Dalam kondisi darurat, golongan darah termasuk salah satu informasi penting yang perlu diketahui para petugas medis. Salah satunya untuk mencari donor yang tepat ketika terjadi perdarahan dan membutuhkan transfusi.

Dikutip dari Healthline, tidak semua golongan darah cocok untuk ditransfusikan. Menerima donor yang tidak tepat bisa memicu respons imun tubuh yang berbahaya.

Apa itu golongan darah?

Golondan darah seseorang ditentukan oleh jenis antigen yang dimiliki sel darah merah di permukaannya. Fungsinya untuk mengenali sel-selnya sendiri dengan sel asing, yang bisa saja berbahaya.

Jenis-jenis golongan darah berdasarkan antigen yang dimilikinya adalah sebagai berikut:

  • Golongan darah A, memiliki antigen A
  • Golongan darah B, memiliki antigen B
  • Golongan darah AB, memiliki antigen A dan antigen B
  • Golongan darah O, tidak memiliki antigen A maupun B

Jika darah dengan antigen yang berbeda masuk ke dalam tubuh seseorang, maka akan terbentuk antibodi untuk melawannya. Transfusi dengan golongan darah yang berbeda dimungkinkan jika masing-masing tidak memiliki antigen yang bertentangan.

Pada umumnya, transfusi yang memungkinkan adalah sebagai berikut:

Golongan darah O

  • Bisa mendonasikan ke golongan darah A maupun B karena tidak memiliki antigen
  • Hanya bisa menerima donasi dari sesama golongan darah O

Golongan darah A

  • Bisa mendonasikan ke sesama golongan darah A dan AB
  • Bisa menerima transfusi dari golongan darah O dan sesama A

Golongan darah B

  • Bisa mendonasikan ke sesama golongan darah B dan AB
  • Bisa menerima transfusi dari sesama golongan darah B maupun O

Golongan darah AB

  • Hanya bisa mendonasikan darah ke sesama golongan darah AB
  • Secara teori bisa menerima transfusi dari golongan darah A, B, maupun O.

Meski demikian, golongan darah masih dibedakan lagi berdasarkan rhesus. Dikenal ada rhesus positif dan rhesus negatif. Pemilik rhesus negatif hanya bisa menerima transfusi dari sesama rhesus negatif.



Simak Video "Golongan Darah A Paling Berisiko Terinfeksi Parah Sars-CoV-2"
[Gambas:Video 20detik]
(up/naf)