Senin, 08 Mar 2021 14:36 WIB

Perbandingan Vaksin COVID-19 AstraZeneca Vs Sinovac, Jenis hingga Harganya

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Petugas vaksinator menyuntikan vaksin kepada para pengemudi taksi dan lansia saat dilakukannya pelaksanaan program vaksinasi pengemudi taksi Bluebird dan lansia (orang tua pengemudi) di Pool Bluebird Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, Jakarta Timur, Jumat (5/3/2021). Vaksinasi COVID-19. (Foto ilustrasi: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin COVID-19 Oxford-AstraZeneca dijadwalkan tiba di Indonesia sore ini, Senin (8/3/2021) di Bandara Soekarno-Hatta dalam bentuk produk jadi. Hal ini dikonfirmasi oleh juru bicara vaksinasi dari Bio Farma Bambang Heriyanto.

"Iya betul dari AstraZeneca produk jadi, melalui skema COVAX," katanya kepada detikcom.

Vaksin tersebut didapatkan dari skema kerjasama multilateral global untuk Vaksin dan Imunisasi (GAVI) COVAX Facility. Ini berarti akan ada dua jenis vaksin COVID-19 yang akan segera bisa digunakan di Indonesia, yakni Sinovac dan AstraZeneca.

Ada beberapa perbedaan di antara keduanya. Berikut rangkumannya.

Teknologi yang digunakan

Vaksin COVID-19 buatan AstraZeneca-Oxford dengan nama AZD1222 dikembangkan dengan platform vektor adenovirus. Artinya, vaksin ini dikembangkan dari virus yang biasanya menginfeksi simpanse dan dimodifikasi secara genetik untuk menghindari kemungkinan konsekuensi penyakit pada manusia.

Virus tersebut membawa sebagian materi dari virus Corona yaitu protein spike.

Sementara itu, vaksin COVID-19 Sinovac menggunakan platform inactivated virus atau virus utuh yang sudah dimatikan. Metode ini bisa dibilang paling teruji, karena sudah sering dipakai dalam pengembangan vaksin lain seperti vaksin polio dan flu.

Efikasi

Dikutip dari studi di Lancet, dilaporkan efikasi dari vaksin COVID-19 AstraZeneca mencapai 70,4 persen. Ini didapatkan berdasarkan analisis interim uji klinis tahap ketiga di Brasil, Afrika Selatan, dan Inggris.

Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dilakukan di beberapa tempat, salah satunya di Bandung, Jawa Barat. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) mengungkapkan efikasi berdasarkan analisis interim uji klinis di Bandung tercatat sebesar 65,3 persen. Angka ini sudah memenuhi persyaratan WHO yaitu di atas 50 persen.

Efek samping

Dikutip dari laman resmi GOV UK, umumnya vaksin COVID-19 AstraZeneca-Oxford bisa memicu reaksi yang ringan hingga sedang. Efek samping lokal yang umum dirasakan seperti nyeri, gatal, dan bengkak atau memar di tempat suntikan.

Selain itu, adapun efek samping sistemik yang bisa dialami, yaitu:

  • Kelelahan
  • Menggigil atau demam
  • Sakit kepala
  • Nyeri sendi
  • Pusing
  • Nafsu makan menurun
  • Sakit perut
  • Keringat berlebihan
  • Kulit gatal atau ruam
  • Peradangan sistemik.

Sedangkan pada vaksin COVID-19 Sinovac, dari hasil uji klinis di Bandung hanya menimbulkan efek samping ringan hingga sedang. Efek samping lokal yang umum terjadi seperti nyeri, indurasi atau iritasi, kemerahan, dan pembengkakan.

Adapun efek samping sistemik yang bisa muncul setelah divaksin dengan Sinovac, yaitu myalgia atau nyeri otot, fatigue atau atau kelelahan, dan demam.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Hasil Memuaskan Mix Vaksin Sinovac-AstraZeneca yang Diuji Thailand"
[Gambas:Video 20detik]