Selasa, 09 Mar 2021 15:11 WIB

Urusan Stunting Belum Selesai, Jangan Di-ghosting!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Ilustrasi tinggi badan anak Stunting masih menjadi persoalan di Indonesia (Foto: Thinkstock)
Jakarta -

Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) oleh Kementerian Kesehatan tahun 2018, prevalensi stunting di Indonesia masih sangat tinggi yaitu 30,8 persen. Artinya, 3 dari 10 anak di Indonesia mengalami gagal tumbuh atau stunting.

Stunting adalah kondisi di mana anak mengalami gangguan tumbuh kembang yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya terkait gizi.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (BKKBN) dr Hasto Wardoyo, SpOG, mengatakan angka stunting diprediksi akan naik di tahun 2020 akibat pandemi COVID-19. Banyak anak yang kurang mendapatkan intervensi karena sulitnya akses ke layanan kesehatan.

"Banyak ahli khawatir pandemi Corona aman meningkatkan risiko stunting. Di masa pandemi, banyak anak sakit berulang yang tidak bisa ke RS sehingga angka kesakitannya lebih panjang," katanya saat ditemui di kantor BKKBN, Selasa (9/3/2021).

Stunting menjadi ancaman yang sangat besar di Indonesia. Anak yang lahir stunting akan mengalami gangguan tumbuh kembang yang akan menghambat kehidupannya kelak.

Anak yang stunting, selain memiliki perawakan pendek, mereka juga akan mengalami penurunan kecerdasan sampai gangguan metabolisme yang berlanjut hingga mereka dewasa. Merencanakan kehamilan menjadi salah satu cara untuk menekan risiko stunting pada anak.

Sayangnya, yang terjadi saat ini, menurut dr Hasto, tidak sedikit perempuan di Indonesia yang kaget saat tahu dirinya hamil, sehingga makan tidak diatur dan kebutuhan gizi kurang. Kondisi ini tentunya akan berpengaruh pada janin.

"Kalau ibu anemia, mengandung bayi perempuan, maka cucu beruntungnya juga berisiko. Ini tiga generasi lho," ungkapnya.

Memperbaiki asupan gizi di 1.000 hari pertama kehidupan sangat penting untuk mencegah stunting. Pastikan kebutuhan makanan saat hamil tercukupi dengan baik.

Pencegahan stunting juga berlanjut ke periode menyusui hingga anak berusia 2 tahun. Berikan makanan yang bergizi seimbang dan hindari terlalu banyak memberikan makanan selingan atau snek.



Simak Video "Menko PMK Singgung Diet Ekstrem Berpotensi Picu Stunting"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)