ADVERTISEMENT

Rabu, 10 Mar 2021 18:32 WIB

Dokter Sebut Long Covid pada Pasien Bergejala Ringan Cenderung Lebih Buruk

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Isolation Quarantine Coronavirus Covid 19 Pasien Corona dengan gejala ringan yang tidak dirawat di rumah sakit disebut cenderung mengalami long COVID yang lebih buruk. (Foto ilustrasi: Getty Images/Xesai)
Jakarta -

Sejumlah studi menyebut pasien Corona yang telah pulih berisiko mengalami long COVID, tak terkecuali bagi mereka yang hanya mengeluhkan gejala ringan atau bahkan tidak bergejala.

Dikutip dari The Sun, dokter paru dari University College London Hospital, Dr Melissa Heightman, mengatakan tingkat keparahan long COVID justru terjadi pada pasien yang tidak mengalami gejala berat akibat infeksi virus Corona.

Menurut Heightman, ada perbedaan pola antara pasien Corona yang dirawat di rumah sakit dengan yang tidak.

"Virus telah memicu efek yang dapat menyebabkan mereka menjadi tidak sehat selama berbulan-bulan. Itu adalah sesuatu yang mengejutkan kami," ucap Heighmant kepada BBC Radio 4.

"Gejala dapat lebih sulit dan lebih bertahan lama pada pasien yang tidak dirawat di rumah sakit," ujarnya.

Tanggapan ini muncul setelah adanya penelitian dari University of California yang menemukan bahwa pasien Corona yang tidak dirawat di rumah sakit cenderung mengalami long COVID yang lebih buruk usai dinyatakan pulih.

Dalam studi tersebut, para ahli menganalisis 1.407 orang di California yang dites positif COVID-19. Hasilnya, sebanyak 27 persen di antaranya masih mengeluhkan gejala COVID-19 meski sudah 60 hari setelah terinfeksi.

Gejala COVID-19 yang dilaporkan, seperti sesak napas, nyeri dada, batuk, atau sakit perut.



Simak Video "Epidemiolog Tegaskan Sering Terinfeksi Covid-19 Tak Bikin Tubuh Kian Kebal"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT