Jumat, 12 Mar 2021 13:40 WIB

Dokter Paru Sarankan Hal Ini Jika Ingin Pulih dari Long COVID

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Folder of Coronavirus covid19 2019 nCoV outbreak Ilustrasi COVID-19. (Foto: Getty Images/iStockphoto/oonal)
Jakarta -

Tidak sedikit pasien COVID yang mengeluhkan masih memiliki gejala bahkan setelah dinyatakan sembuh. Kondisi ini kerap disebut long COVID atau sequele (gejala sisa).

Berdasarkan hasil riset oleh Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan Rumah Sakit Persahabatan yang menyurvei 463 pasien dalam rentang Desember 2020-Januari 2021, ditemukan sekitar 63,5 persen di antaranya mengalami long COVID.

"Walaupun sudah dinyatakan sembuh, sembuh kan secara definisi itu kan hanya sembuh dari infeksi COVID tapi sembuh dari sisi fungsional atau kapasitasnya belum tentu," kata dr Agus Dwi Susanto, SpP, spesialis paru sekaligus Ketua Perhimpunan Dokter Paru Indonesia, kepada detikcom.

Meski demikian, ia optimis pasien long COVID bisa kembali normal. Pasien disarankan untuk melakukan terapi sesegera mungkin jika sudah terindikasi masih mengalami gejala sisa usai dinyatakan sembuh.

"Tentunya yang berkaitan dengan terapi juga penting dilakukan pada mereka yang terkena sequele. semakin dini tata laksananya, semakin bagus hasilnya,"

Untuk lama waktu penyembuhan, dr Agus mengatakan kondisi tersebut bergantung pada seberapa banyak gejala yang dimiliki dan berapa banyak organ yang terkena dampak langsung dari COVID-19. Semakin banyak organ yang terkena, maka pemulihan juga makin lama.



Simak Video "Cegah Long Covid, Perhatikan Sejumlah Tindakan Preventif Ini!"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)