Senin, 15 Mar 2021 08:47 WIB

Alasan Masih Bisa Kena COVID-19 Meski Sudah Dapat Dua Dosis Vaksin

Ayunda Septiani - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto ilustrasi. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Wagub Nusa Tenggara Barat (NTB) Sitti Rohmi Djalilah positif Corona COVID-19 meski sudah mendapatkan 2 dosis vaksin COVID-19. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Lalu Hamzi Fikri membenarkan kabar Sitti Rohmi Djalilah positif Covid-19.

"Benar, Bu Wagub positif Covid-19," kata Hamzi seperti dikutip dari Antara, Minggu (14/3/2021).

Kok bisa setelah divaksin tetap terpapar Corona?

Kekebalan tubuh tidak bisa langsung terbentuk setelah divaksin COVID-19 sehingga kepatuhan terhadap protokol kesehatan harus selalu diaplikasikan seluruh warga baik yang belum divaksinasi maupun yang telah menerima suntikan dosis vaksin pertama dan kedua.

"Kita perlu pahami meskipun kita sudah divaksinasi COVID kita masih memiliki risiko untuk terpapar dan tertular virus COVID-19," kata Juru Bicara Vaksinasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi beberapa waktu lalu.

Meski demikian, dengan vaksinasi, diharapkan tubuh lebih kuat terhadap paparan virus COVID-19. Sehingga apabila tetap tertular, sakitnya ringan dan tidak mengalami gejala berat.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) juga menyebut, dibutuhkan waktu berminggu-minggu bagi tubuh untuk membangun antibodi setelah divaksinasi.

"Itu berarti ada kemungkinan seseorang terinfeksi virus yang menyebabkan COVID-19 sebelum atau setelah vaksinasi dan jatuh sakit," jelas CDC di laman resminya. Hal ini juga terjadi karena vaksin tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan perlindungan.

Pakar lain menyebut, rata-rata orang membutuhkan 10 hingga 14 hari untuk membangun sejumlah antibodi pelindung, tetapi setiap orang berbeda. Hal ini disampaikan Nicole Iovine, pakar penyakit menular dan kepala epidemiologi rumah sakit di University of Florida Health.

"Setiap hari, kemungkinan Anda terinfeksi sedikit berkurang," katanya. "Setiap orang dapat membuat respons kekebalan lebih cepat atau lebih lambat dari rata-rata," paparnya dikutip dari USA Today.



Simak Video "Cerita Warga yang Kesulitan Dapatkan Vaksin Dosis Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(ayd/kna)