Kamis, 18 Mar 2021 19:00 WIB

Termasuk Saat di Pesawat, Ini Aktivitas Tinggi Risiko COVID-19

Yuviniar Ekawati - detikHealth
Mutasi virus corona yang membingungkan para ilmuwan Foto: BBC World
Jakarta -

Kontingen bulu tangkis Indonesia tidak bisa mengikuti turnamen All England 2021 karena satu pesawat dengan orang yang terinfeksi virus COVID-19. Turnamen itu akan dilaksanakan pada 13-21 Maret di Birmingham, Inggris.

"Federasi Bulutangkis Dunia (BWF) dan Badminton Inggris dapat mengonfirmasi bahwa sejumlah pemain dan anggota tim dari Indonesia telah dihubungi oleh layanan Tes dan Penelusuran National Health Service (NHS) Pemerintah Inggris dan diharuskan untuk mengisolasi diri dengan segera," kata BWF pada laman resminya, Kamis (18/3).

"Sesuai dengan persyaratan pemerintah Inggris, seluruh tim akan mengisolasi diri selama 10 hari sejak tanggal penerbangan masuk setelah seseorang yang melakukan perjalanan dalam pesawat dinyatakan positif COVID-19," lanjutnya.

Pesawat, memang termasuk ke dalam tempat berisiko tinggi penularan COVID-19. Hal itu dikarenakan penularan virus Corona dapat terjadi lewat paparan udara atau airborne.

Selain saat di pesawat, berikut aktivitas tinggi risiko COVID-19.

1. Naik pesawat

Dr Sandra Kesh mengatakan perjalanan pesawat sebaiknya tidak boleh dilakukan dahulu kecuali dalam keadaan mendesak karena risiko paparan COVID19 pada pesawat tergolong tinggi. Hali ini dikarenakan dalam pesawat, penularan lewat airbone atau udara lebih tinggi.

"Saat Anda duduk di pesawat menunggu pesawat lepas landas, tidak ada pergerakan udara. Jika Anda menyalakan kipas di atas kepala, itulah satu-satunya udara yang bergerak. Ini adalah lingkungan yang benar-benar luar biasa bagi satu orang untuk berpotensi menularkan COVID-19 ke seluruh penumpang pesawat," kata Kesh.

2. Makan bersama

Makan bersama baik di restoran maupun di rumah, bagi keduanya risiko terpapar COVID19 sangat tinggi dikarenakan saat makan orang-orang akan melepas maskernya.

"Anda akan berada di sekitar orang-orang yang sebagian besar tidak memakai masker, karena tidak mungkin mengenakan masker saat Anda makan. Berada di sekitar mereka saat makan dan berbicara intens bersama orang-orang saat makan meningkatkan risiko COVID-19," jelas Kesh.

3. Mengobrol di ruangan tertutup

"COVID-19 jauh lebih mudah menyebar di ruangan tertutup karena orang-orang kemungkinan besar berkumpul lebih dekat, berbicara dan menyentuh permukaan seperti pintu, meja, kursi, dan lainnya. Beberapa ahli berpendapat bahwa pesta dan pertemuan teman dan keluarga dalam ruangan lainnya menyebabkan sejumlah besar kasus baru," sebut pedoman CDC.

Kesh mengingatkan, ventilasi udara sangat penting saat seseorang terpaksa berada di ruangan tertutup bersama yang lainnya, biarkan jendela tetap terbuka pada kondisi ini.

4. Menghadiri pesta pernikahan

Pada kondisi pandemi corona ini, acara pernikahan menjadi lokasi yang berisiko tinggi paparan COVID-19. Terlebih bagi yang melangsungkan di ruangan tertutup karena virus corona dapat menyebar lewat udara dan sulitnya menjaga jarak karena dihadiri banyak orang.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC) menyebut COVID-19 berisiko tinggi menyebar di ruangan tertutup. Termasuk saat menghadiri pesta pernikahan di sebuah gedung.

Selanjutnya
Halaman
1 2