Selasa, 23 Mar 2021 15:44 WIB

3 Alasan Kemenkes Perpanjang Interval Vaksin Sinovac Dosis-2 Jadi 28 Hari

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tenaga kesehatan berusia lanjut menjalani vaksinasi virus Corona di Jakarta. Para nakes lansia tersebut disuntik vaksin COVID-19 buatan Sinovac. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Interval vaksin Sinovac diperpanjang, rentang waktu pemberian dosis kedua vaksin Corona bagi usia 18-59 tahun menjadi 28 hari. Sebelumnya, ketetapan ini diketahui hanya ditujukan bagi para lansia, sesuai hasil uji klinis, sedangkan untuk dewasa hanya 14 hari.

Perubahan interval vaksin tertuang dalam Surat Edaran Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/I/653/2021 terkait Optimalisasi Pelaksanaan Vaksinasi COVID-19. Ada tiga poin yang disoroti terkait perubahan masa interval vaksin, salah satunya mempercepat proses penggunaan vaksin sebelum masa kedaluwarsa.

Berikut 3 poin yang tertera dalam surat edaran Kemenkes.

1. Penambahan alternatif interval penyuntikan dosis pertama dan kedua yaitu 28 hari untuk populasi dewasa (18-59 tahun). Alternatif ini dapat dipilih dalam pelaksanaan kegiatan vaksinasi yang menyasar populasi dewasa maupun lansia secara bersamaan;

2. Vaksin COVID-19 harus digunakan secepatnya karena memiliki masa pakai yang pendek yaitu 6 bulan sejak tanggal produksi. Dibutuhkan monitoring ketat pemakaian vaksin dalam rangka mencegah pemborosan vaksin;

3. Optimalisasi indeks pemakaian vaksin dengan tetap menjaga mutu kualitas vaksin. Vaksin Covid-19 produksi PT. Biofarma dapat dioptimalkan penggunaannya sampai 11 dosis @ 0,5 ml, sesuai dengan surat Biofarma nomor SD-023.12/DIR/III/2021 tanggal 12 Maret 2021 perihal: Penjelasan volume vaksin.

Perpanjangan masa interval vaksin Sinovac juga dikonfirmasi juru bicara vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan dr Siti Nadia Tarmizi. Menurutnya, perubahan masa interval vaksin ditujukan untuk mempermudah pemberian vaksin pada usia dewasa dan lansia secara berbarengan.

Meski begitu, dr Nadia menegaskan untuk mendorong pemberian dosis kedua di rentang waktu 14 hari. Hal ini demi mempercepat vaksinasi COVID-19.

"Iya (diperpanjang jadi 28 hari), surat edarannya sudah ada. Itu alternatif ya, tetap kita mendorong 14 hari," jelas dr Nadia saat dihubungi detikcom.

Adapun pembahasan interval vaksin tersebut dilakukan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (ITAGI).



Simak Video "Epidemiolog: Dosis Ketiga Sinovac Baiknya Diberikan Setelah 6 Bulan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)