Minggu, 28 Mar 2021 15:00 WIB

Waspadai Tanda Trauma Akibat Bom, Seperti yang Terjadi di Makassar

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ledakan bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Sulsel, tewaskan 1 orang yang diduga pelaku bom bunuh diri. Selain itu, 14 orang dilaporkan terluka. Bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar. (Foto: ANTARA FOTO/ARNAS PADDA)
Jakarta -

Ledakan bom bunuh diri yang terjadi di depan Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan, pada Minggu (28/3/2021) membuat masyarakat yang ada di sekitarnya kaget.

Seorang saksi bernama Nazaruddin mengatakan suara ledakan bom tersebut besar sekali. Bahkan beberapa orang yang ada di sekitarnya langsung berteriak akibat ledakan tersebut.

"Kita sementara menyapu di dalam seketika ada ledakan, kita langsung kaget, besar sekali suara ledakannya," kata Nazaruddin kepada detikcom, Minggu (28/3/2021).

"Terus orang berteriak 'bom', terus kita langsung keluar," lanjutnya.

Apakah akibat dari ledakan bom tersebut bisa membuat orang yang ada di sekitarnya trauma?

Menurut Dr Michael Craig dari Harvard Mental Health, dalam kejadian serangan bom orang-orang yang ada di sekitar lokasi bisa mengalami trauma. Hal ini kemungkinan terjadi setelah melihat dampak mengerikan dari ledakan tersebut.

Dr Michael mengatakan orang-orang yang ada di lokasi kejadian bisa mengalami post-traumatic stress disorder (PTSD). Untuk pulih dari kondisi tersebut bisa membutuhkan waktu hingga bertahun-tahun, tergantung kondisi orang yang mengalaminya.

"Untuk orang-orang yang terlibat dalam kejadian seperti bom Maraton Boston, sangat berguna untuk mengetahui beberapa detail dari PTSD. Semakin segera gejala dikenali, semakin mudah untuk pulih," jelas Dr Michael yang dikutip dari Harvard Mental Health Letter.

Dr Michael menjelaskan beberapa tanda seseorang yang mengalami PTSD, yaitu:

- Hyperarousal

Kondisi hyperarousal ini membuat seseorang menjadi selalu waspada, gampang terkejut, mudah marah, dan terus menerus mengalami stres kronis.

- Dihantui kenangan traumatis

Ia bisa merasakan sedang berada di lokasi kejadian bom secara berulang, meski hal tersebut sudah terjadi sangat lama.

- Sulit bergaul

Seseorang yang mengalami PTSD ini akan menjadi sulit untuk bergaul karena terus diganggu trauma dan rasa takut. Akibatnya, orang tersebut bisa mengisolasi diri agar kenangan buruk itu tidak kembali lagi.

"Seorang ahli kesehatan mental harusnya bisa melihat gejala-gejala tersebut untuk mengambil keputusan apakah PTSD jadi masalah utamanya," pungkas Dr Michael.



Simak Video "Bahaya FWB, Bikin Trauma"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/fds)