Selasa, 30 Mar 2021 08:08 WIB

Kata BPOM soal Penundaan Vaksin AstraZeneca di Sulut Usai Ada Laporan KIPI

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sebanyak 1,1 juta dosis vaksin Corona AstraZeneca sudah tiba di Indonesia, berikut sejumlah negara yang sudah memakainya. Vaksin AstraZeneca. (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyebut laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) di Sulawesi Utara masih dalam pembahasan bersama Kementerian Kesehatan dan Komnas KIPI.

Pihaknya belum bisa menentukan apakah laporan tersebut benar berkaitan dengan vaksin AstraZeneca atau tidak. Sementara efek samping vaksin AstraZeneca yang ditemukan di Sulut termasuk kategori ringan seperti berikut.

- Demam
- Menggigil
- Nyeri badan hingga tulang
- Mual

"Terkait kejadian KIPI di Sulut, kami sedang menunggu laporan kronologis kejadian dari KOMDA KIPI dan akan segera dibahas bersama Komisi Nasional KIPI dan Kementerian Kesehatan," kata Juru bicara vaksinasi Covid-19 dari BPOM Lucia Rizka Andalusia, dikutip dari CNNIndonesia, Selasa (30/3/2021).

Rizka juga menjelaskan, masih menunggu laporan lebih lanjut dari KOMNAS KIPI dan Kementerian Kesehatan terkait penundaan sementara vaksin AstraZeneca usai adanya KIPI.

"Berdasarkan laporan tersebut dapat dilakukan kajian, apakah kejadian tersebut berhubungan dengan pemberian vaksin atau sebab yang lain," kata dia.

Sementara Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K), menegaskan kaitan antara efek samping vaksin AstraZeneca dengan laporan kejadian harus dilihat dari seberapa banyak yang mengalami hal tersebut.

Perlu adanya perbandingan dengan efek samping yang ditemukan dari uji klinis vaksin AstraZeneca di fase I, II maupun III.

"Dilihat proporsinya, proporsinya berapa, ya misalnya yang disuntik 800 orang lalu yang pusing 20 persen, dilihat tuh laporan clinical trial fase 1 2 3 vaksin AstraZeneca ini," kata Prof Hindra saat dihubungi detikcom, Senin (29/3/2021).

"Kalau di penelitiannya dia proporsinya 20 persen, di Sulut 20 persen, artinya memang benar dan memang tidak berbahaya atau di luar dugaan atau melebihi ambang keamanan," lanjutnya.

Prof Hindra menjelaskan, hasil investigasi dan kajian dari laporan KIPI di Sulut akan segera keluar, tetapi tetap perlu kehati-hatian. Sementara sampai kemarin, Senin (29/1/2021), 'hanya' tersisa satu orang yang masih diobservasi.

"Yang masih diobservasi cuma tinggal sisa satu orang," katanya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)