Selasa, 30 Mar 2021 12:30 WIB

Investigasi Rampung, Vaksinasi AstraZeneca Sulut Diputuskan Lanjut

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sejumlah tokoh agama dan guru di Kota Sidoarjo menjalani vaksinasi perdana vaksin AstraZeneca. Pelaksanaan vaksinasi itu ditinjau langsung Presiden Joko Widodo. Foto: ANTARA FOTO/Umarul Faruq
Jakarta -

Vaksinasi AstraZeneca di Sulawesi Utara sempat dihentikan sementara terkait dengan laporan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI). Menurut Satgas Penanganan COVID-19 Sulut, dari 3.990 warga yang disuntik vaksin AstraZeneca, beberapa di antaranya mengalami efek samping, seperti demam, menggigil, nyeri badan, nyeri tulang, mual, dan muntah.

Laporan tersebut lantas diterima Komda KIPI dan langsung dilakukan investigasi dan audit bersama Komnas KIPI. Audit yang dilakukan Senin siang (30/3/2021) menunjukkan vaksin AstraZeneca di Sulut bisa dilanjutkan karena efek samping yang dikeluhkan masuk kategori ringan.

"Kemarin siang kami audit bersama Komda KIPI, terus sore kami laporkan ke Menkes sama pak Wamenkes, jadi tadi malam saya sudah kirim surat ke Dinkes dan rapat, kemudian sudah diputuskan untuk dilanjutkan," jelas Ketua Komnas KIPI, Prof Dr dr Hinky Hindra Irawan Satari, SpA(K) saat dikonfirmasi detikcom Selasa (30/3/2021).

"Dari audit semuanya ringan, semuanya sembuh, satu orang masih diobservasi tapi mungkin hari ini juga sudah pulang karena laporan laboratorium dan hasil EKG ternyata semua kondisinya normal," bebernya.

Prof Hindra menjelaskan, pertimbangan keamanan suatu vaksin Corona dilihat berdasarkan tingkat atau proporsi KIPI yang tercatat. Dalam kasus KIPI vaksinasi AstraZeneca di Sulut, proporsi efek samping yang tercatat lebih rendah daripada di uji penelitian fase I sampai III.

"Misalnya ada sakit kepala, kan vaksin yang diberikan kan 4 ribu dosis, misalkan yang di sakit kepala ada 20 orang. Dibandingin sama fase I, II, III penelitian sama yang di Sulut ya masih lebih rendah," kata Prof Hindra.

Sementara di wilayah lain yang juga menerima vaksin AstraZeneca seperti Bali, juga tak ditemukan efek samping serius sejauh ini.

"Kesimpulannya reaksi yang dilaporkan tidak berbahaya, tidak mengancam jiwa, bersifat ringan, sembuh sendiri, ada yang pakai obat dan tidak pakai obat, jadi program vaksinasi di Sulut itu bisa diteruskan," katanya.

Efek samping apa yang paling banyak dikeluhkan?

Prof Hindra menjelaskan efek samping vaksin Corona AstraZeneca yang paling banyak dikeluhkan juga masuk kategori ringan.

"Paling banyak pusing, demam, mual, nyeri otot," pungkasnya.



Simak Video "Hasil Uji Coba Akhir Vaksin CureVac Kurang Ampuh Lawan COVID-19"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)