Selasa, 30 Mar 2021 14:35 WIB

RI Peringkat 5 Tertinggi Kelahiran Bayi Prematur di Dunia, Kok Bisa?

Yudistira Imandiar - detikHealth
bayi Foto: shutterstock
Jakarta -

Sekitar 675.700 bayi Indonesia terlahir prematur setiap tahunnya membuat Indonesia menduduki peringkat ke-5 tertinggi di dunia dalam hal kelahiran bayi prematur.Bayi prematur yang lahir saat usia kandungan kurang dari 37 minggu memiliki tingkat kerentanan yang tinggi karena organ tubuhnya belum berkembang dengan sempurna sehingga membutuhkan penanganan intensif. Kelahiran prematur menjadi penyebab kematian terbanyak kedua di dunia pada anak di bawah lima tahun, setelah pneumonia.

Meski dibayangi kerentanan, bayi prematur tetap bisa menjalani hidup normal usai terlahir di dunia. Penanganan intensif dari tenaga kesehatan ditambah ketelatenan dari orang tua dapat menyelamatkan bayi prematur.

Para orang tua mesti memahami isu bayi prematur agar dapat mengantisipasi, jika buah hati terlahir lebih cepat dari waktunya. Jangan sampai bayi prematur mendapatkan penanganan yang tidak sesuai sehingga keselamatannya terancam.

Setiap individu maupun institusi dapat saling mengedukasi perihal kelahiran prematur dan cara penanganannya, salah satunya yang dilakukan Reckitt Benckiser (RB) Indonesia yang membuat kampanye kepedulian terhadap bayi prematur dengan membagikan video singkat lewat media sosial. Kampanye yang berlangsung pada Hari Prematur Sedunia tahun 2020 lalu ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran mengenai isu bayi prematur dengan mengajak baik masyarakat maupun tenaga dan badan kesehatan untuk bersama-sama peduli dan memberikan harapan hidup yang lebih baik untuk bayi prematur Indonesia.

"RB Indonesia berkomitmen untuk terus berkontribusi kepada pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan kuat. Sebelumnya kami telah dan masih terus ikut serta dalam perang melawan COVID- 19. Kali ini kami juga ingin ikut serta dalam perjuangan berkesinambungan mencapai tujuan Millenium Development Goals (MDGs) yaitu menurunkan angka kematian bayi Indonesia yang disebabkan oleh komplikasi kelahiran prematur," jelas Head of Community Affairs and Partnership RB Indonesia Donny Wahyudi dalam keterangan tertulis, Selasa (30/3/2021).

RB IndonesiaRB Indonesia Foto: RB Indonesia


RB Indonesia juga menyumbangkan paket alat kesehatan dengan total nilai sekitar Rp 900 juta untuk dua rumah sakit yang menjadi rujukan nasional dalam penanganan bayi prematur, yaitu Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan RSAB Harapan Kita.

Dengan pemberian paket alat kesehatan seperti Ventilator Transport T1 Neonate, kami berharap dapat berkontribusi dalam memberikan harapan hidup lebih baik bagi bayi prematur Indonesia," ulas Donny.

(mul/ega)