Rabu, 31 Mar 2021 14:09 WIB

Herd Immunity Dikhawatirkan Lenyap Meski Vaksinasi Capai Target

Vidya Pinandhita - detikHealth
Bangkok, Thailand - Mar 2020 : Crowd of unrecognizable business people wearing surgical mask for prevent coronavirus Outbreak in rush hour working day on March 18, 2020 at Bangkok transportation Herd immunity dikhawatirkan lenyap meski vaksinasi COVID-19 capai target. (Foto: Getty Images/Tzido)
Jakarta -

Untuk mencapai herd immunity atau kekebalan kelompok, vaksin COVID-19 perlu diberikan kepada 70 persen dari populasi. Namun pakar menyebut, herd immunity bisa gagal tercapai, bahkan hilang begitu saja.

Direktur dari Institut Metrik dan Evaluasi Kesehatan di Universitas Washington, dr Christopher Murray menyebut pada tahap herd immunity, 1 orang tidak bisa menularkan virus pada 1 atau lebih orang lainnya. Dengan begitu, rantai penularan bisa diputuskan.

"Herd immunity adalah titik di mana ada cukup banyak orang yang telah terinfeksi atau divaksinasi sehingga penularan di 1 komunitas tidak terjadi lagi," jelas Murray, dikutip dari CNN, Rabu (31/3/2021).

Kepala Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular dr Anthony Fauci menyebut, herd immunity baru bisa tercapai bisa 70-85 persen dari populasi di 1 wilayah sudah divaksin.

Sedangkan dokter spesialis penyakit dalam Jorge Rodriguez memperkirakan, herd immunity memerlukan vaksinasi pada 85-90 persen dari populasi.

Yang dikhawatirkan, herd immunity tidak bertahan lama jika goal persentase tersebut tak kunjung tercapai baik karena lambatnya proses vaksinasi, atau masyarakat yang tak bersedia divaksin.

Apalagi, timbul sejumlah varian virus Corona baru seperti B117 dari Inggris dan B1351 yang pertama kali ditemukan di Afrika Selatan. Rodriguez menegaskan, semakin besar penyebaran varian baru, semakin besar kemungkinan timbul mutasi baru.

Jika masih banyak masyarakat mengabaikan pembatasan mobilitas, herd immunity akan sulit dicapai. Padahal, pembatasan bukan hanya berfungsi meminimalkan penularan, pula untuk menekan risiko timbul mutasi baru.

Risiko yang lebih buruk, semakin variatif mutasi Corona, semakin tinggi potensi vaksin tak mempan atasi infeksi COVID-19.

"Dalam tubuh seseorang mereplikasi 1 varian, kemudian varian tersebut kebal terhadap vaksin. Orang ini kemudian menularkan lagi ke orang lain yang meski sudah divaksin, virusnya resisten. Ini adalah skenario terburuk" pungkasnya.



Simak Video "Herd Immunity akan Sulit Dicapai Jika..."
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/kna)