Kamis, 01 Apr 2021 19:17 WIB

Iklim Semakin Buruk, Risiko Diabetes Semakin Besar!

Angga Laraspati - detikHealth
Ilustrasi diabetes Foto: Shutterstock
Jakarta -

Tahukah Anda ternyata ada keterkaitan antara perubahan iklim dengan diabetesi? Menurut data United States Environmental Protection Agency, perubahan iklim diperkirakan berkaitan dengan 166.000 kasus kematian di tahun 2000.

Ada juga data dari International Diabetes yang menyebutkan jumlah kasus diabetes termasuk di Indonesia terus meningkat. Diperkirakan sekitar 1 dari 17 orang Indonesia hidup dengan diabetes pada tahun 2019.Padahal, diabetes berkaitan dengan berbagai macam komplikasi kesehatan yang berbahaya seperti gangguan penglihatan, kerusakan ginjal, penyakit jantung, hingga risiko amputasi

Kedua masalah ini tidak hanya menjadi semakin parah dari waktu ke waktu dan dapat mempengaruhi hidup masyarakat hingga generasi selanjutnya; tapi juga saling berkaitan. Apa sih kaitan di antara keduanya?

Seperti dilaporkan pada jurnal Early Human Development, kondisi suhu ekstrim akibat perubahan iklim ternyata menimbulkan risiko yang lebih besar untuk diabetesi. Diabetesi lebih rentan mengalami gangguan respons terhadap suhu tinggi, dan gangguan kemampuan tubuh dalam menjaga keseimbangan suhu (thermoregulation).

Hal ini kemudian menyebabkan diabetesi lebih berisiko mengalami dehidrasi dan serangan panas, serta lebih sering membutuhkan perawatan pada saat cuaca panas. Selain itu, diabetesi juga rentan mengalami gangguan kardiovaskular pada kondisi polusi udara dan serangan panas.

Masih dari jurnal yang sama, perubahan iklim juga berkaitan dengan perubahan lingkungan fisik diabetesi. Hal ini dapat memengaruhi banyak faktor, sebagai contoh, adanya kondisi cuaca ekstrim dan bencana alam dapat memberikan dampak negatif terhadap kontrol metabolik diabetesi, mengganggu ketersediaan alat ukur gula darah, insulin, dan obat-obatan yang penting dalam kontrol gula darah, serta menghambat akses pelayanan kesehatan.

Jadi, dapat dikatakan perubahan iklim akan memperburuk risiko kesehatan dan tingkat kematian akibat diabetes. Bencana alam yang terjadi akibat perubahan iklim juga akan menyebabkan gangguan sistem kesehatan, sehingga menurunkan kapasitas pencegahan dan penanganan diabetes.

Mengingat eratnya kaitan antara kedua masalah global ini, penting untuk kita segera mengatasinya. Jaga lingkungan dengan bijak menggunakan energi dan bahan bakar, dan menjaga penggunaan air tidak sampai berlebih.

Bagi diabetesi, pastikan juga untuk selalu menjaga kadar gula darah guna menekan risiko komplikasi. Salah satunya dengan menjalankan pola makan sehat, termasuk memilih jenis makanan yang kalorinya terkontrol, tinggi serat, rendah lemak jenuh dan trans, rendah gula, serta rendah garam.

Bagi yang suka manis, ganti gula dengan produk yang lebih aman untuk diabetesi seperti Tropicana Slim Sweetener Lemongrass Pandan dengan kandungan kalori yang jauh lebih rendah dibanding gula pasir, dan rasa manis yang sama, serta tidak menyebabkan kenaikan kadar gula darah secara signifikan, sehingga, cocok untuk Anda yang ingin menikmati rasa manis yang lebih sehat.

Jaga lingkungannya, jaga juga gula darahnya.



Simak Video "Indonesia Masuk Tiga Besar Negara dengan Angka Prediabetes Tinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(prf/up)