Sabtu, 03 Apr 2021 06:59 WIB

Langka! Hanya Berselang 3 Pekan, Wanita Ini Hamil Lagi Saat Sedang Hamil

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
In the Hospital, Close-up Shot of the Doctor does Ultrasound / Sonogram Procedure to a Pregnant Woman. Obstetrician Moving Transducer on the Belly of the Future Mother. Ilustrasi USG kehamilan (Foto: iStock)
Jakarta -

Seorang wanita hamil lagi saat baru 3 pekan dinyatakan hamil, yang artinya ia mengandung anak kembar dari dua peristiwa pembuahan. Kenapa bisa begitu?

Normalnya, seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami proses biologis yang membuatnya tidak mungkin mengalami pembuahan lagi hingga melahirkan. Termasuk dengan melepaskan hormon ovulasi untuk melepas sel telur.

Namun dalam kasus langka, mekanisme ini tidak terjadi. Tubuh tetap mengeluarkan sel telur yang subur dan akhirnya terjadi pembuahan kedua, melibatkan sel telur yang lain, saat sedang hamil. Dikenal dengan istilah 'superfetation'.

Kondisi tersebut dialami oleh seorang wanita Inggris baru-baru ini. Rebecca Roberts (39) dinyatakan hamil tahun lalu setelah bertahun-tahun menantikan kehadiran buah hati, sampai mengonsumsi obat untuk hamil.

Saat masa kandungannya memasuki pekan ke-12, dokter mendeteksi kehadiran bayi kedua melalui USG. Ukurannya berbeda dan diperkirakan 3 pekan lebih muda.

"Reaksi awal saya adalah kok bisa kembarannya tidak ketahuan," kata Dr David Walker dari Royal United Hospital, dikutip dari Livescience, Sabtu (3/4/2021).

"Selanjutnya baru ketahuan bahwa ini bukan salah saya, tapi memang kehamilan yang tidak biasa," katanya.

Kehamilan langka ini berakhir dengan induksi persalinan karena pada pekan ke-33, Roberts diberi tahu bahwa bayi yang lebih muda berhenti tumbuh dengan baik karena masalah pada tali pusat.

Bayi yang lebih tua berada di NICU (neonatus intensive care) selama 3 pekan dan yang lebih muda selama 95 hari. Keduanya kini sudah bisa pulang dalam kondisi sehat.

Tidak diketahui pasti seberapa sering kasus seperti ini terjadi, karena dalam banyak kasus superfetation tidak terdeteksi. Usia yang terpaut sangat dekat membuat perbedaan ukuran tidak selalu bisa teridentifikasi.



Simak Video "Plasma Konvalesen Dapat Cegah Gawat Janin Pada Bumil Terpapar Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)