Senin, 05 Apr 2021 07:36 WIB

Round up

Fakta di Balik Lonjakan Tajam Kasus Kematian COVID-19 di Banten 4 April

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Tempat Pemakaman Umum (TPU) Rorotan, Cilincing, Jakarta sudah mulai difungsikan. Tahap awal akan disiapkan sebanyak 1.500 petak makam. Kematian pasien COVID-19. (Foto: Pradita Utama)
Jakarta -

Angka kematian pasien virus Corona di Indonesia pada Minggu (4/4/2021) melonjak tajam. Jika dilihat dari sebarannya, Provinsi Banten menduduki peringkat pertama dengan 338 orang pasien yang meninggal.

Selama pekan terakhir, kasus kematian kali ini merupakan yang paling tertinggi. Sejak sepekan terakhir, atau per 29 Maret, angka tertinggi kematian Corona masih di bawah 200 orang.

Jika dilihat per 29 Maret, begini data kematian Corona harian di Indonesia:

  • 29 Maret: 132 kasus
  • 30 Maret: 173 kasus
  • 31 Maret: 104 kasus
  • 1 April: 196 kasus
  • 2 April: 97 kasus
  • 3 April: 91 kasus
  • 4 April: 427 kasus

Kadinkes Banten Ati Pramudji Hastuti mengungkap penyebab terjadi lonjakan kasus kematian akibat COVID-19 adalah keterlambatan input data di aplikasi sehingga daerah Banten menunjukkan angka kenaikan yang tinggi.

"Data lama di Banten baru terinput di aplikasi NAR (New All Record) pusat dalam minggu ini, sehingga seolah-olah kasus di Banten naik signifikan," kata Ati.

Ati menuturkan data di Satgas COVID-19 tingkat provinsi lebih banyak dibandingkan data yang dilaporkan oleh pemerintah pusat per harinya.

Sejak Selasa (30/3/2021), pihanya telah melakukan sinkronisasi data antara Satgas pusat dan daerah sehingga lonjakan kematian yang dilaporkan Banten per Minggu (4/4/2021) adalah akibat penyesuaian data yang belum terinput.

"Sehingga dalam satu minggu ini seolah kasus di Banten naik signifikan padahal itu kasus lama yang baru terinput," jelasnya.



Simak Video "SAGO, Penasihat WHO yang Bertugas Temukan Asal Usul Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(kna/up)