Senin, 05 Apr 2021 16:33 WIB

Menkes: Indonesia Urutan ke-8 Negara dengan Vaksinasi COVID-19 Tercepat di Dunia

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Menkes Budi Gunadi Sadikin Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap saat ini Indonesia menempati posisi ke-8 sebagai negara dengan vaksinasi COVID-19 tercepat di dunia.

"Per kemarin kita sudah bisa mencapai 12,7 juta vaksinasi, dibandingkan minggu lalu yang menembus 10 juta. Jadi dalam satu minggu kita sudah bisa menambah 2,5 juta vaksinasi per minggu," kata Budi dalam konferensi pers di kanal Sekretariat Presiden, Senin (5/4/2021).

"Menempatkan Indonesia di posisi ke-8 dunia," lanjutnya.

Dikutip dari NYtimes, berikut 10 besar negara dengan jumlah dosis vaksin terbanyak yang sudah disuntikkan.

  • Amerika Serikat - 161 juta dosis
  • China - 133 juta dosis
  • India - 75 juta dosis
  • Inggris - 36 juta dosis
  • Brasil - 20 juta dosis
  • Turki - 16 juta dosis
  • Jerman - 14 juta dosis
  • Indonesia - 12 juta dosis
  • Prancis - 12 juta dosis
  • Italia - 10 juta dosis.

Namun, adanya embargo dari sejumlah negara yang memproduksi vaksin Corona membuat pasokan vaksin di Indonesia terhambat. Indonesia sedianya mendapat pasokan sebanyak 30 juta dosis vaksin pada Maret-April, tetapi hanya bisa mendapat 20 juta dosis.

"Banyak negara-negara di Eropa, dan beberapa negara di Asia, seperti India, Filipina, Papua Nugini, dan beberapa negara di Amerika Selatan seperti Brasil itu terjadi lonjakan ketiga dari kasus aktif COVID-19," jelas Budi.

"Sehingga akibatnya negara-negara yang memproduksi vaksin di lokasi-lokasi tersebut, yang terjadi lonjakan ketiga atau third wave, mengarahkan agar vaksinnya tidak keluar, hanya boleh dipakai di negara masing-masing," ujarnya.

Budi mengatakan laju vaksinasi COVID-19 di Indonesia harus diatur kembali kecepatannya, agar stoknya tidak cepat habis. "Sehingga kenaikannya tidak secepat sebelumnya, karena memang vaksinnya yang berkurang suplainya," ucap Budi.

Meski begitu, Budi menjelaskan bahwa pihaknya akan terus berusaha untuk kembali menstabilkan pasokan vaksin Corona di Indonesia.

"Mudah-mudahan di bulan Mei bisa kembali normal dengan rate seperti sebelumnya yang terus meningkat," tuturnya.



Simak Video "Apakah Tubuh Jadi Kebal COVID-19 Setelah Divaksin? "
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)