Kamis, 08 Apr 2021 13:12 WIB

Mendadak Hobi Gowes gara-gara Pandemi? Hati-hati Kolaps, Ikuti Saran Ini

Vidya Pinandhita - detikHealth
Pagi ini, Menparekraf Sandiaga Uno berangkat ke kantor dengan menggunakan sepeda. Sandiaga gowes dalam rangka peluncuran Sepeda Nusantara. Tips agar hobi bersepeda di tengah pandemi COVID-19 aman dijalankan. Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Di tengah pandemi COVID-19, olahraga bersepeda jadi tren masyarakat kota. Kerap kali di akhir pekan, jalan besar ikut diramaikan oleh para pegowes. Namun rupanya, bersepeda tak boleh dilakukan sembarangan.

Ketua Harian Forum Masyarakat Sepeda Indonesia Nikko Priambodo menjelaskan, persiapan bersepeda wajib disesuaikan tujuan dan motifnya lebih dulu. Jika tidak terbiasa berolahraga dengan sepeda, memaksakan diri gowes dalam durasi lama dan jarak jauh justru bisa menimbulkan risiko cedera.

"Intinya dalam melakukan aktivitas bersepeda, pola pikir kita pertama adalah kenali tujuan kita untuk apa. Barulah kita bisa mengetahui indikatornya karena setiap orang berbeda," ujar Nikko dalam webinar oleh Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), Kamis (8/4/2021).

Kerap kali, aktivitas bersepeda sebenarnya berbasis kegemaran jalan-jalan, foto-foto, atau sekedar berkumpul dengan teman-teman. Hal inilah yang bikin banyak pesepeda 'dadakan' lengah soal persiapan.

Menurut Nikko, persiapan bersepeda tak hanya soal kesiapan fisik. Pemanasan berupa gerak tubuh sebelum gowes jelas penting. Namun, sejumlah aspek teknis juga perlu diperhatikan. Di antaranya, ukuran sepeda dan track.

"Kalau merasa kurang nyaman, pegal, nyeri dan sebagainya itu sering disebabkan sepeda tidak pas. Kalau lari, mungkin sepatu kekecilan bisa menyebabkan cedera. Sepeda juga sama," imbuh Nikko.

Ia memahami, pandemi menuntut semua orang rutin berolahraga. Tak sedikit masyarakat terbawa arus tren. Namun ia mengingatkan, tak berarti bersepeda bisa dilakukan dengan sembarang meski menjadi pilihan aktivitas fisik.

Ia menyarankan, selektiflah soal track bersepeda. Sebisa mungkin, pilih wilayah yang tidak terlalu ramai. Jika tidak menghindari kerumunan, aktivitas olahraga bersepeda justru bisa jadi pemicu penularan COVID-19.

"Selalu gunakan masker. Misal saya nggak nyaman pakai masker kalau engap. Kalau begitu, saya memilih track sepeda yang tidak banyak orang. Di tempat yang banyak orang, mau nggak mau harus gunakan masker dan bawa hand sanitizer," pungkas Nikko.



Simak Video "Penyintas Covid-19 Disarankan Tak Lakukan Olahraga Anaerobik "
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/up)