Selasa, 13 Apr 2021 09:37 WIB

Ini Cara Melihat Sertifikat Vaksin COVID-19 di PeduliLindungi

Firdaus Anwar - detikHealth
Tenaga kesehatan menjadi prioritas pertama vaksinasi COVID-19 di Indonesia. Mereka akan mendapat sertifikat khusus sebagai bukti sudah divaksin. (Foto ilustrasi: Ayunda Septiani/detikHealth)
Jakarta -

Proses vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah berjalan selama empat bulan. Terkait hal tersebut, sebagian orang mungkin penasaran bagaimana cara melihat sertifikat vaksin COVID-19 sebagai bukti sudah divaksinasi.

Sertifikat vaksin COVID-19 secara umum bisa diberikan dalam bentuk fisik atau lewat aplikasi dan situs PeduliLindungi besutan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Seseorang baru akan mendapat sertifikat vaksin COVID-19 ketika sudah menjalani dua dosis penuh vaksin.

Cara melihat serfitikat vaksin COVID-19 di PeduliLindungi bisa dilakukan dengan pertama kali mengunduh atau mengakses situs PeduliLindungi. Lakukan pendaftaran dengan mengisi identitas dan nomor ponsel.

Nantinya situs atau aplikasi akan mengirim kode one-time password (OTP) ke ponsel. Gunakan kode untuk memperoleh akses.

Di dalam PeduliLindungi ada beberapa pilihan cara melihat sertifikat vaksin COVID-19. Bisa dengan langsung menggunakan tautan "Lihat Tiket & Sertifikat Vaksin" atau bisa juga dengan melihat bagian profil akun.

Bagi pengguna aplikasi akan ada permintaan melengkapi nomor induk kependudukan (NIK) dan tanggal lahir.

Nantinya pengguna akan diarahkan ke halaman yang berisi pilihan "Riwayat & Tiket Vaksin" serta "Sertifikat Vaksin". Pilih "Sertifikat Vaksin" untuk melihat sertifikat vaksin COVID-19.

Juru bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof Wiku Adisasmito pernah mengingatkan agar kemudian jangan sembarangan mengunggah kembali sertifikat vaksin di media sosial. Alasannya karena sertifikat tersebut bisa berisiko membuat data pribadi ikut tersebar.

"Pemerintah meminta kepada para penerima vaksin COVID-19 yang sudah mendapat sertifikat bukti telah divaksin agar tidak mengunggahnya ke media sosial ataupun juga mengedarkannya," kata Wiku.

Dalam sertifikat vaksin tercantum quick response code (QR Code) yang digunakan untuk menyimpan data pribadi peserta vaksin. Data pribadi bisa bocor jika QR Code tersebut tersebar melalui unggahan di media sosial.

"Gunakan sertifikat tersebut sesuai dengan kebutuhannya, karena tersebarnya data pribadi dapat membawa risiko bagi kita," pungkasnya.



Simak Video "Isu Sertifikat Vaksin Corona Jadi Syarat Bepergian, Ini Kata Satgas"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/up)