Kamis, 15 Apr 2021 22:24 WIB

Calon Ibu Perlu Tahu, USG 4 Dimensi Ternyata Tak Boleh Sering-sering!

Yuviniar Ekawati - detikHealth
In the Hospital, Close-up Shot of the Doctor does Ultrasound / Sonogram Procedure to a Pregnant Woman. Obstetrician Moving Transducer on the Belly of the Future Mother. Ilustrasi USG (Foto: iStock)
Jakarta -

Untuk mengetahui kondisi janin dalam kandungan, ibu hamil perlu melakukan Ultrasonografi (USG). USG dapat dilakukan oleh dokter saat pemeriksaan rutin yang dilakukan tiap bulan.

Melalui USG, calon orang tua sang bayi dapat mengikuti perkembangan janin hingga waktunya kelahiran tiba.

USG dapat membantu petugas kesehatan dan orang tua untuk mengetahui kondisi janin dengan lebih detail secara visual. USG yang dilakukan rutin akan membantu dokter mengonfirmasi kondisi janin.

USG mengalami perkembangan secara teknologi, yang sebelumnya hanya tersedia dalam bentuk 2 dimensi (2D) saja, kini juga tersedia pada bentuk 3 dimensi (3D) dan 4 dimensi (4D).

Pada USG 2D, hasil yang terlihat akan menampilkan gambar kabur berwarna hitam dan putih. Dengan keterbatasan USG 2D, gambar yang dihasilkan tidak dapat menampilkan janin dengan detail. Sedangkan pada USG 3D, hampir seluruh kondisi janin dapat terlihat dengan jelas.

Dikutip dari Parents, Michele Hakakha, M.D., seorang dokter kandungan di Beverly Hills dan penulis buku Expecting 411 mengatakan, ketika USG 3D digunakan bersamaan dengan USG 2D, maka USG 3D dapat membantu dalam mendiagnosis dini berbagai potensi cacat termasuk bibir sumbing atau celah langit-langit, kelainan kraniofasial lainnya, cacat tabung saraf seperti spina bifida, hingga malformasi tulang.

Bagaimana dengan USG 4D? Jika USG 3D dapat menampilkan hasil yang lebih jelas dan detail dibandingkan USG 2D. Kaka USG 4D menyempurnakan tampilan tersebut. USG 4D memberikan visual tambahan berupa video.

Namun, dr Hakakha tidak menyarankan untuk melakukan USG 4D terlalu sering pada janin. Hal ini tidak dianjurkan dan berpotensi membahayakan janin di dalam kandungan.

Kenapa tidak boleh terlalu sering?

KLIK DI SINI UNTUK KE HALAMAN SELANJUTNYA



Simak Video "Brasil Hentikan Sementara Vaksin AstraZeneca untuk Ibu Hamil"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)