Senin, 19 Apr 2021 10:33 WIB

Wanita Ini Merasa Kesakitan Selama 16 Bulan, Kok Bisa?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Idap penyakit langka, seorang wanita merasa kesakitan selama 16 bulan. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang wanita asal Winchcombe, London, mengalami kondisi langka yang membuatnya merasa kesakitan selama 16 bulan. Wanita yang diketahui bernama Rebecca Bostock ini mengalami kondisi tersebut sejak Januari 2020 lalu.

Saat itu, Rebecca mengalami pembengkakan di bagian perutnya dan kesulitan untuk mencerna makanan. Kondisi langka dan misterius yang dialami Rebecca ini diidentifikasi sebagai Superior Mesenteric Artery Syndrome (SMAS) atau sindrom arteri superior mesentrik.

SMAS adalah kondisi yang mempengaruhi sistem pencernaan yang terjadi saat bagian usus kecil terjepit di antara dua arteri. Kondisi ini menyebabkan penyumbatan sebagian atau penyumbatan total.

Akibat kondisi tersebut, Rebecca harus dilarikan ke rumah sakit. Untuk mengatasinya, wanita berusia 32 tahun tersebut akhirnya menjalani operasi darurat di Gloucesteshire Royal Hospital.

Gejala yang dialami

Rebecca bercerita, jika saat itu ia tidak langsung dilarikan ke rumah sakit, mungkin nyawanya tidak bisa diselamatkan. Ia mengalami pembengkakan di perut, sulit untuk bernapas, dan muntah-muntah.

"Perut saya membengkak besar, sehingga saya tidak bisa bernapas, saya muntah, dan tidak bisa mencerna obat," kata Rebecca yang dikutip dari BBC.

"Kondisi saya menurun. Mereka memeriksa saya dengan pemindaian dan didiagnosis menderita SMAS lalu dibawa ke ruang operasi. Mereka mengatakan saya membutuhkan tindakan operasi. Jika tidak, saya tidak bisa bertahan hidup lebih lama lagi," lanjutnya.

Sebelum melakukan operasi, Rebecca mengalami kesakitan selama 16 bulan. Adapun gejala-gejala yang muncul, seperti pembengkakan, demam, muntah, diare, pusing, dan kehilangan berat badan.

Sempat didiagnosis alami iritasi usus besar

Rebecca juga sempat berkonsultasi ke dokter lain sebelumnya. Tetapi, saat itu ia didiagnosis mengalami endometriosis atau sindrom iritasi usus besar (irritable bowel syndrome).

"Saat itu saya disarankan untuk mengubah pola makanan. Awalnya cukup membantu, tetapi gejalanya makin memburuk sampai saya kesulitan untuk berjalan dan tidak bisa bernapas," jelas Rebecca.

Pasca melakukan operasi untuk membuka penyumbatan tersebut, Rebecca masih belum bisa mengkonsumsi makanan padat. Melihat kondisinya ini, Rebecca ingin tidak ada lagi yang mengalami penyakit seperti dirinya.

"Saya ingin menceritakan kisah saya untuk meningkatkan kesadaran. Saya merasa beruntung dan lega," ujar Rebecca

"Kondisi ini begitu langka, bahkan para dokter tidak mengetahuinya, jadi membantu orang lain dengan mengenali tanda-tandanya dan menganggap kondisi ini penting," pungkasnya.



Simak Video "Menkes Targetkan Indonesia Bebas Malaria 2030"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)