Rabu, 21 Apr 2021 15:21 WIB

Faktanya 4 Herbal Ini Bikin Gak Gampang Sakit Saat Puasa

Jihaan Khoirunnisaa - detikHealth
buka puasa Foto: Shutterstock
Jakarta -

Bulan Ramadhan adalah bulan suci yang istimewa dan dinantikan umat Muslim di seluruh dunia. Memasuki Ramadhan tentu kesehatan tubuh menjadi hal penting yang harus dijaga.

Apalagi tahun ini merupakan kali kedua berpuasa di tengah pandemi COVID-19. Untuk itu perlu siasat khusus untuk menjaga daya tahan agar kondisi tubuh tetap fit dan prima selama menjalani ibadah puasa, serta terhindar dari paparan virus Corona.

Ketua Umum Perkumpulan Dokter Pengembang Obat Tradisional dan Jamu Indonesia (PDPOTJI), dr. Inggrid Tania mengatakan dengan berpuasa sebetulnya secara tidak langsung kita memperbaiki dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sebab di saat puasa, pengaturan tubuh secara otomatis dialihkan menjadi energy conservation mode.

"Ketika kita berpuasa, dalam rangka efisiensi energi, tubuh kita akan mendaur ulang sel-sel imun yang sudah tua atau sudah rusak, sehingga dihasilkan sel-sel imun muda yang lebih responsif dalam melawan infeksi," jelasnya dalam keterangan tertulis, Selasa (20/4/2021).

Kendati demikian, dr. Inggrid menyebut untuk meningkatkan respons imun terhadap infeksi virus, bakteri, dan mikroba pategon lainnya tidaklah mudah. Hal ini karena terdapat ragam faktor yang turut mempengaruhi sistem imunitas manusia.

"Misalnya kecukupan nutrisi bergizi lengkap dan seimbang, asupan cairan, istirahat atau tidur yang berkualitas, aktivitas fisik secara teratur, serta kemampuan mengatasi stres dan mengendalikan penyakit tertentu yang mungkin diderita seseorang, misalnya penyakit diabetes, asma, dan sebagainya," terangnya.

Apabila salah satu tidak terpenuhi, lanjutnya, maka tubuh membutuhkan suplemen kesehatan yang akan membantu dalam meregulasi sistem imun. Namun, jangan asal pilih, sebaiknya konsumsi suplemen yang sesuai pada masa pandemi, seperti halnya suplemen dari herbal asli indonesia yang memiliki sifat immunomodulator.

"Tentu herbal asli Indonesia lebih cocok dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia karena secara empirik sudah terbukti aman dan telah dirasakan khasiatnya oleh generasi nenek moyang bangsa Indonesia, generasi-generasi berikutnya hingga generasi sekarang," tuturnya.

Diungkapkannya, ada banyak herbal asli Indonesia yang punya fungsi sebagai imunomodulator, di antaranya sambiloto. Tanaman dengan nama lain Andrographis paniculata ini telah lama digunakan oleh nenek moyang sebagai jamu atau obat herbal. Meski rasanya pahit, namun menyimpan segudang khasiat untuk kesehatan.

dr. Inggrid menjelaskan, berbagai hasil riset menunjukkan sambiloto merupakan imunomodulator yang berperan sebagai imunostimulasi, antiradang, dan antivirus. Penelitian bio-informatika dan in-vitro juga membuktikan tanaman herbal ini mempunyai fungsi antivirus terhadap virus SARS-CoV-2, yaitu virus yang menjadi penyebab COVID-19.

"Senyawa-senyawa aktifnya, terutama Andrographolide, dapat berikatan dengan protein virus SARS-CoV-2, dan melalui serangkaian mekanisme, mampu menghambat replikasi/multiplikasi virus SARS-CoV-2, serta mengurangi peradangan," tuturnya.

Beberapa herbal asli Indonesia lain yang berperan sebagai imunomodulator, antara lain meniran dan jahe merah. Berdasarkan Asian Pacific Journal of Tropical Disease, Phyllanthus niruri atau yang sering disebut meniran tergolong imunomodulator karena kemampuannya yang terbukti dapat memodulasi dan mengaktifkan sistem kekebalan tubuh.

Di samping itu, meniran juga berguna untuk mengobati nyeri seperti dikutip dari Medical News Today. Bahkan, kemampuan antiinflamasinya disebut sebaik ibuprofen. Sementara jahe merah atau Zingiber officinale var.rubra juga sudah lama dipakai masyarakat Indonesia untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Kandungan senyawa aktif Phyllanthin bersama senyawa-senyawa antioksidan lainnya dalam meniran serta senyawa aktif Gingerol, Shogaol dan lainnya dalam jahe merah terbukti dapat memodulasi respons imun, meredakan peradangan dan menghambat virus," pungkasnya.

Dia menjelaskan, herba sambiloto, meniran dan jahe merah bisa dikombinasikan penggunaannya untuk mendapatkan efek imunomodulasi yang lebih optimal dan seimbang antara efek imunostimulasi dengan efek antiradang.

Konsumsi kombinasi herbal ini dapat pula ditambah dengan daun sembung (Blumea balsamifera) yang bersifat antiradang sehingga membantu mengatasi gejala-gejala infeksi virus, seperti demam, batuk dan gangguan pencernaan. Nantinya akan dihasilkan imunomodulator yang menjaga imun tubuh yang mengandung antiradang dan antivirus.

Kini, Anda bisa dapatkan beragam kebaikan 4 herbal asli Indonesia tersebut dalam Fatigon Promuno. Fatigon Promuno merupakan imunomodulator dengan sambiloto, jahe merah, sembung, dan meniran yang akan bekerja efektif menjaga daya tahan tubuh tetap optimal setiap hari.

Fatigon PromunoFatigon Promuno Foto: Fatigon Promuno

Fatigon Promuno dapat dikonsumsi dalam jangka panjang. Selama puasa sebaiknya konsumsi Fatigon Promuno dua kali sehari di saat sahur dan berbuka untuk mendapatkan hasil maksimal. Kemasan botol dan blister-nya memudahkan Fatigon Promuno untuk dibawa ke mana saja.

Kini, produk Fatigon Promuno telah tersedia di toko resmi Kalbe Consumer Health di Tokopedia serta ada di apotek, toko obat dan minimarket terdekat. Yuk, jaga kesehatan selama puasa Ramadhan dengan konsumsi Fatigon Promuno!

(ads/ads)