Rabu, 21 Apr 2021 10:31 WIB

Alami Sindrom Nyeri Kronis Langka, Wanita Ini Minta Diamputasi

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Ilustrasi pasien di rumah sakit Lengan seorang wanita diamputasi karena idap sindrom langka. (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Seorang wanita berusia 23 tahun meminta dokter untuk mengamputasi lengan kirinya. Ia merasa tidak bisa bahagia jika tindakan itu tidak dilakukan. Apa penyebabnya?

Ini bermula saat wanita bernama Keira Forsythe tengah berjalan-jalan dengan anjingnya pada 2012 lalu, dengan tali pegangan yang berada pada lengannya. Beberapa saat kemudian, anjingnya melihat seekor tupai dan berlari mengejarnya hingga membuat Keira terjatuh dan pingsan.

Tak hanya itu, lengannya juga patah dan menyebabkan muncul complex regional pain syndrome (CRPS), kondisi nyeri kronis yang menyebabkan rasa sakit yang ekstrem. Rasa sakit yang dialami wanita asal Wrexham, Wales, ini sangat parah sampai ia meminta dokter untuk mengamputasi tangannya.

"Saat sadar, anjing saya hilang dan pergelangan tangan saya patah. Meski tangan saya digips, saya tidak bisa merasakan apapun," kata Keira yang dikutip dari Metro UK, Rabu (21/4/2021).

Sampai suatu hari, Keira tidak sengaja membakar lengannya di kompor. Tapi, anehnya ia tidak bisa merasakan apapun alias mati rasa selama 18 bulan. Sampai akhirnya ia bisa merasakan barang yang ia sentuh.

"Saya senang bisa merasakan benda dengan tangannya dan kembali berlatih Taekwondo, tetapi ini tidak bertahan lama. Rasa sakitnya kembali seperti tertusuk jarum," ungkapnya.

Keira sudah melakukan segala cara untuk mengobatinya, termasuk menjalani operasi stimulator sumsum tulang belakang pada Maret 2016 lalu hingga ia meminta dokter untuk mengamputasi lengannya. Namun, dokter menolaknya karena secara teknis jaringan lengannya masih sehat.

"Rasanya seperti minyak korek (lighter fluid) dipompa ke pembuluh darah saya dan dibakar. Itu menyebabkan rasa sakit yang menusuk. Tidak ada obat yang bisa membantu termasuk morfin," ujar Keira.

Akhirnya, dokter mengabulkan permintaannya untuk mengamputasi lengan kirinya yang membuat Keira sangat tersiksa. Ia bisa kembali berlatih Taekwondo dan berharap bisa mengikuti kompetisi olahraga Paralimpiade 2024 mendatang.



Simak Video "Organisasi Hak Asasi Binatang Menentang Transplantasi Organ Babi ke Manusia"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/up)