Jumat, 23 Apr 2021 08:25 WIB

Waduh, Vaksin Corona Palsu Beredar Lagi, Isinya Apa Sih?

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Vaksin palsu beredar lagi, apa isinya? (Foto ilustrasi: iStock)
Jakarta -

Lagi-lagi vaksin COVID-19 palsu ditemukan. Kali ini vaksin tersebut beredar di Meksiko dan Polandia, yang diidentifikasi oleh perusahaan farmasi Pfizer.

Saat ini, dosis vaksin dari dua negara tersebut telah disita dan tengah dilakukan penyelidikan lebih lanjut.

Sebanyak enam orang ditangkap saat penggerebekan di sebuah klinik di Meksiko. Vaksin yang ditemukan di negara tersebut dibandrol dengan harga sebesar $ 1.000 atau sekitar 14 juta rupiah per dosis.

Dikutip dari Fox News, pihak pejabat kesehatan setempat mengungkapkan sudah ada sekitar 80 orang yang menerima suntikan vaksin palsu yang diduga berasal dari air suling. Tetapi, tidak ada laporan adanya masalah kesehatan pada orang-orang yang menerima suntikan tersebut.

Sementara di Polandia, otoritas setempat mengatakan belum ada yang menerima dosis dari vaksin palsu yang ditemukan di apartemen seorang pria. Vaksin tersebut diyakini berisi zat kosmetik yaitu krim anti-keriput.

Menanggapi ini, kepala keamanan global Pfizer Lev Kubiak mengatakan kasus penipuan ini bisa disebabkan banyaknya permintaan global dan kurangnya pasokan vaksin. Hal ini menjadi peluang yang besar bagi para oknum-oknum jahat.

"Kami memiliki pasokan yang sangat terbatas, pasokan yang akan meningkat saat kami meningkatkan dan perusahaan lain memasuki ruang vaksin. Untuk sementara, ada peluang sempurna bagi penjahat," kata Kubiak, dikutip dari BBC, Jumat (23/4/2021).

Sebelumnya, sejak Februari, otoritas Meksiko memang telah memperingatkan soal penjualan rahasia vaksin Corona yang diduga palsu dan mendesak warganya agar tidak menerimanya. Pada Maret, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga memperingatkan kemungkinan beredarnya vaksin palsu yang bisa menyebabkan risiko serius untuk kesehatan.



Simak Video "Vaksin AstraZeneca Ditargetkan Tiba Lagi di Indonesia Mei 2021"
[Gambas:Video 20detik]
(sao/naf)