Jumat, 23 Apr 2021 14:48 WIB

Perlu Tahu! Ini Perubahan Ketentuan Jarak Vaksin Pertama dan Kedua COVID-19

Vidya Pinandhita - detikHealth
Vaksinasi massal untuk pelaku UMKM digelar di Ciputra Artpreneur Museum, Jakarta, Kamis (1/4/2021). Sebanyak 1.500 pelaku UMKM menerima vaksin COVID-19 dosis pertama. Perubahan ketentuan invterval vaksin COVID-19. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Seiring bulan Ramadhan, pemerintah tetap menggencarkan vaksinasi COVID-19 sebagai upaya penanganan pandemi. Baru-baru ini, juru bicara pemerintah dalam penanganan COVID-19, dr Reisa Broto Asmoro menjelaskan perubahan jarak vaksin pertama dan kedua COVID-19.

Kini, vaksinasi di Indonesia masih berada pada tahap 2, diperuntukkan tenaga kesehatan (nakes), petugas publik, dan lansia. Hingga laporan terakhir pada Jumat (13/4/2021) pukul 12.00, vaksin telah diberikan pada 11.587.879 orang, mencakup 28,72 persen dari total sasaran di tahap 2.

Sebelumnya, Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) mengusulkan interval suntikan vaksin selama 8 minggu. Namun sesuai perubahan, berikut informasi terbaru jarak vaksin pertama dan kedua COVID-19 yang telah digunakan di Indonesia:

Sinovac

Sebelumnya, interval suntikan pertama dan kedua vaksin Sinovac adalah 14 hari. Namun, berubah menjadi 28 hari, sudah berlangsung sejak pertengahan Maret 2021.

Menurut dr Reisa, perubahan interval ini mengacu pada hasil penelitian ilmiah oleh para pakar. Dengan tujuan, memaksimalkan efektivitas vaksin dan pembentukan antibodi pada para penerima vaksin.

"Virus, vaksin, dan pandemi ini memang baru bagi kita semua, maka dari itu penyesuaian tidak bisa terhindarkan karena para ilmuwan kita masih terus mempelajari efektivitas vaksin untuk mencapai titik tertinggi," terang dr Reisa melalui akun YouTube Sekretariat Presiden beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, peneliti telah memastikan bahwa perubahan interval ini tidak mengganggu imunitas yang timbul pada penerima vaksin.

"Para ahli menyatakan penyesuaian masa interval vaksin Corona ini masih bisa memberikan imunitas optimal kepada penerima vaksin," ujarnya.

AstraZeneca

Sedangkan untuk vaksin Corona AstraZeneca, dr Reisa menegaskan, interval suntikan pertama dan kedua yang paling baru ditetapkan adalah 12 minggu.

Dengan pertimbangan, mempermudah pelaksanaan vaksinasi COVID-19, terutama pada tahap 2 yang menyasar petugas publik dan lansia.

"Untuk AstraZeneca, hasil kerjasama COVAX facility jaraknya adalah 12 minggu," pungkas dr Reisa, masih dalam paparan tentang jarak vaksin pertama dan kedua COVID-19.



Simak Video "Kecam Ketidakadilan, WHO Desak Negara Kaya Bantu Berbagi Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(vyp/naf)