Jumat, 23 Apr 2021 16:36 WIB

Disinggung Atta Halilintar, Apa Hubungan CT Value dengan Keparahan COVID-19?

Achmad Reyhan Dwianto - detikHealth
Atta Halilintar Atta Halilintar (Foto: Hanif/detikHOT)
Jakarta -

YouTuber Atta Halilintar mengumumkan dirinya kembali positif Corona. Ia pun menyampaikan CT Value miliknya berada di angka 30-an dan tidak mengalami gejala COVID-19.

"Hari ini CT ku 30 an dan aku tanpa gejala... Semoga cepet sembuh ga turun CT-nya," tulis Atta Halilintar dalam postingan di akun Instagram miliknya.

Menurut pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo, hasil CT Value bisa menggambarkan banyak atau tidaknya jumlah virus di dalam tubuh.

Seberapa penting CT Value dalam pemeriksaan COVID-19?

Dikutip dari laman RSUI, hasil CT Value menunjukkan perbandingan yang terbalik dengan kemampuan virus untuk menular. Artinya, semakin tinggi angka CT Value, maka semakin rendah kemungkinan virus untuk menginfeksi.

Maka dari itu, tak sedikit dokter yang menggunakan hasil CT Value sebagai salah satu acuan untuk menentukan tingkat keparahan COVID-19. Misalnya, hasil CT Value digunakan untuk menentukan apakah pasien perlu dirawat atau hanya melakukan isolasi mandiri.

Namun, hasil CT Value tinggi juga bukan berarti kondisi pasien tersebut aman dari risiko keparahan COVID-19. Pasalnya, jumlah virus yang sedikit bisa menandakan dua hal, yakni infeksinya sudah mau berakhir atau justru baru memasuki tahap awal.

"CT Value itu tidak serta merta jadi patokan bahwa kalo CT tinggi berarti sudah aman. Belum tentu, karena ada faktor klinis," ujar dr Enty, SpMK, dokter mikrobiologi klinis dari Intibios Lab, beberapa waktu lalu.



Simak Video "RI Mirip Seperti Amerika soal COVID-19, Ini Saran Dr Faheem Younus"
[Gambas:Video 20detik]
(ryh/up)