Kamis, 29 Apr 2021 04:00 WIB

Kematian Corona India 200 Ribu Kasus, Masjid 'Disulap' Jadi Bangsal COVID-19

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
People perform rituals next to a funeral pyre for a family member who died of COVID-19 at a ground that has been converted into a crematorium for mass cremation of COVID-19 victims in New Delhi, India, Saturday, April 24, 2021. Delhi has been cremating so many bodies of coronavirus victims that authorities are getting requests to start cutting down trees in city parks, as a second record surge has brought Indias tattered healthcare system to its knees. (AP Photo/Altaf Qadri) Foto: AP/Altaf Qadri
Jakarta -

Kematian Corona di India menyentuh 200 ribu kasus saat pemerintah tengah menggencarkan vaksinasi massal. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 3.293 orang tewas akibat Corona, rekor harian kematian COVID-19 di dunia.

Bahkan, jumlah korban sebenarnya diperkirakan lebih besar dengan banyak kasus yang tidak tercatat secara resmi. Para ahli meyakini jumlahnya bisa 10 kali lebih besar daripada yang dilaporkan.

Dr Amita Gupta, profesor kedokteran dalam kesehatan internasional di Sekolah Kesehatan Masyarakat Johns Hopkins Bloomberg yang berbasis di AS mengungkap alasan di balik perkiraan tersebut.

"Kami memperkirakan bahwa masalahnya 10 kali lebih buruk di tempat-tempat seperti Maharashtra daripada angka resmi, berdasarkan apa yang kami dengar," katanya.

"Salah satu masalah utamanya adalah hanya orang bergejala COVID-19 yang diuji, dan bahkan laboratorium pengujian sudah mencapai kapasitasnya. Kami telah mendengar dari banyak rantai lab besar di sekitar India, mereka beroperasi 24 jam non-stop dan pada dasarnya dibanjiri dengan tes. Hanya ada begitu banyak yang bisa mereka uji."

Di sisi lain, krematorium beroperasi tanpa henti, dengan tumpukan kayu berserakan di luar krematorium seperti di tempat parkir mobil.

Masjid diubah menjadi fasilitas RS

Kasus COVID-19 terus meningkat dua kali lipat dalam 13 hari belakangan, banyak pasien yang kekurangan tempat tidur dan suplai oksigen medis. Akibatnya, beberapa tempat seperti salah satunya masjid diubah menjadi tempat perawatan para pasien COVID-19.

Seperti masjid Jahangirpura di negara bagian barat kota Vadodara Gujarat. Masjid tersebut diubah menjadi fasilitas RS dengan kapasitas 50 tempat tidur untuk merawat pasien yang kritis akibat COVID-19.

"Situasi COVID-19 di kota tidak baik dan orang-orang tidak mendapatkan tempat tidur di rumah sakit, jadi kami memutuskan untuk membuka fasilitas untuk memberikan bantuan kepada orang-orang," kata Irfan Sheikh, pengawas masjid, kepada Arab News.

"Dalam beberapa hari setelah pembukaan fasilitas, semua 50 tempat tidur terisi sehingga Anda bisa membayangkan tekanan seperti apa yang dialami rumah sakit," lanjut Sheikh mengatakan fasilitas itu dapat menambah 50 tempat tidur lagi jika pasokan oksigen dapat diandalkan.

Warga India kesulitan daftar vaksinasi massal

Di tengah ledakan kasus COVID-19, pemerintah sebisa mungkin menggencarkan vaksinasi massal untuk mengatasi gelombang kedua Corona yang dihadapi. Namun, sejumlah masalah terus berdatangan.

Pasalnya, negara yang merupakan salah satu produsen vaksin terbesar di dunia, belum memiliki persediaan untuk sekitar 600 juta orang yang memenuhi syarat vaksinasi, di atas upaya berkelanjutan untuk menyuntik orang tua dan orang dengan kondisi medis lainnya.

Orang-orang yang mencoba mendaftar vaksinasi mengeluh di media sosial. Mereka mengaku tidak bisa mendapatkan slot vaksin.

"Gagal berkali-kali." Bahkan mereka yang sudah memenuhi syarat pun berjuang untuk mendapatkan dosis vaksin Corona.

"Mereka memberitahu kami bahwa vaksin Corona tidak tersedia, karena vaksin belum tiba," kata penduduk Mumbai Pushpa Goswami di pusat vaksinasi. Dia bilang dia mendaftar tiga hari lalu.



Simak Video "6 Vaksin Corona yang Sudah Kantongi Restu dari WHO"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)