Sabtu, 01 Mei 2021 03:45 WIB

Round Up

Fakta-fakta Vaksin Sinopharm, Efek Samping dan Negara yang Membuatnya

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Uji klinis vaksin COVID-19 Sinovac dari China untuk fase ke 1-2 full report sudah didapatkan BPOM. Namun, masih ada data yang kurang untuk fase ketiga. Kepala BPOM Penny K Lukito (Foto: Rifkianto Nugroho)
Jakarta -

Vaksin Sinopharm menjadi vaksin Corona ketiga yang mendapat izin penggunaan darurat oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, setelah Sinovac dan AstraZeneca. Didatangkan oleh Kimia Farma, akan dipakai untuk vaksinasi gotong royong atau mandiri.

Sebanyak 484.400 dosis vaksin Sinopharm tiba di Indonesia bersama dengan 6 juta vaksin Sinovac pada Jumat (30/4/2021). Izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) untuk vaksin Sinopharm dikeluarkan BPOM sehari sebelumnya, Kamis (29/4/2021).

Beberapa fakta seputar vaksin Sinopharm terangkum sebagai berikut.

1. Buatan China

Vaksin Sinopharm merupakan vaksin Corona besutan Beijing Bio-Institute Biological Products Co, salah satu unit Sinopharm atau China National Biotec Group (CNBG). Di Indonesia, didaftarkan dan didistribusikan oleh PT Kimia Farma Tbk dengan nama SARS-COV-2 VACCINE (VERO CELL), INACTIVATED.

2. Menggunakan platform inactivated

Sesuai nama yang didaftarkan, vaksin Sinopharm 'SARS-COV-2 VACCINE (VERO CELL), INACTIVATED' merupakan vaksin Corona yang diproduksi dengan platform inactivated virus atau virus yang dimatikan. Platform yang sama juga digunakan oleh CoronaVac, vaksin Corona buatan Sinovac.

3. Efikasi 78 persen

Berdasarkan uji klinis fase 3 yang melibatkan 42.000 subjek di Uni Emirat Arab dan beberapa negara lain, didapatkan efikasi vaksin Sinopharm sebesar 78,02 persen. Imunogenesitas pada 14 hari setelah penyuntikan dosis kedua menunjukkan pembentukan antibodi sebesar 98,09 persen pada orang dewasa dan 97,62 persen pada lansia.

4. Efek samping dapat ditoleransi

Soal aspek keamanan, Kepala BPOM Penny K Lukito menyebut efek samping vaksin Sinopharm bia ditoleransi dengan baik. Frekuensi kejadian masing-masing efek samping adalah 0,01 persen atau terkategori sangat jarang.

"Pada usia di atas 60 tahun tidak ada laporan efek samping lokal grade 3," kata Penny.

Efek samping lokal ringan (0,01 persen):

  • Bengkak
  • Rasa sakit
  • Kemerahan.

Efek samping samping sistemik (0,1 persen):

  • Sakit kepala
  • Nyeri otot
  • Diare
  • Batuk.

5. Untuk vaksinasi gotong royong

Direktur Utama Kimia Farma Verfi Budidarmo mengatakan, importasi vaksin Sinopharm ditujukan untuk vaksinasi mandiri atau gotong royong. Diberikan dalam dua kali penyuntikan dengan interval dosis 21-28 hari setelah penyuntikan pertama.

"Vaksin Sinopharm layak mendapatkan EUA. Dengan adanya EUA, Vaksin Sinopharm akan diimpor dan didistribusi untuk vaksinasi gotong royong untuk menyokong rencana pemerintah mencapai herd immunity," kata Verdi.



Simak Video "1,1 Juta Dosis Vaksin Sinopharm Mendarat di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)