Senin, 03 Mei 2021 14:36 WIB

Ada Juga di Sinopharm, Ini Fungsi Tripsin Babi Saat Bikin Vaksin Corona

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
The doctor prepares the syringe with the cure for vaccination. Foto: iStock
Jakarta -

Vaksin CoronaSinopharm bisa digunakan hanya dalam kondisi darurat. Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengungkap ketentuannya sama seperti vaksin AstraZeneca.

"Iya sudah difatwakan Sabtu 1 Mei 2021. Ketentuannya sama seperti vaksin AstraZeneca, haram tapi bisa digunakan dalam kondisi darurat," jelas Prof Hasanuddin saat dihubungi detikcom Senin (3/4/2021).

"Sama memiliki unsur tripsin babi sehingga hukumnya tetap boleh digunakan saat darurat," lanjutnya.

Prof Hasanuddin menyebut tripsin babi pada vaksin Sinopharm serupa dengan proses pembuatan di vaksin AstraZeneca.

Seperti diketahui, vaksin AstraZeneca menggunakan tripsin dari pankreas babi untuk memisahkan sel inang dari mirocarrier-nya.

Sementara pakar biologi molekuler Ahmad Rusdan Utomo juga sebelumnya menyebut tripsin babi umumnya digunakan dalam tahap good manufacturing practice (GMP). Enzim tripsin babi digunakan untuk membuat pakan bakteri yang kemudian diperlukan biomol untuk merekayasa gen.

Meski begitu, menurutnya, enzim tripsin babi ini tak lagi berada di vaksin yang akan diberikan pada masyarakat. Apa penjelasannya?

"Nah setelah produk ini berhasil, maka selanjutnya akan dibiakkan di sel dan dalam proses pemijahan sel tidak lagi menggunakan tripsin babi, tapi tripsin rekombinan," kata Ahmad beberapa waktu lalu kepada detikcom.



Simak Video "BPOM: Kejadian Efek Samping Vaksin Sinopharm Sangat Minim Terjadi"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)