Selasa, 04 Mei 2021 11:49 WIB

Merasa Aman Mudik karena Sudah Vaksinasi? Kemenkes Sebut Justru Bahaya

Firdaus Anwar - detikHealth
Jelang pemberlakuan larangan mudik pada 6 Mei mendatang sejumlah pemudik mulai datangi Terminal Ciledug, Tangerang. Mereka datang agar dapat mudik lebih awal. Terminal mulai ramai sebelum larangan mudik diberlakukan. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -

Sebagian masyarakat tetap melaksanakan mudik lebaran meski sudah ada pelarangan dari pemerintah. Diprediksi ada sekitar 18,9 juta orang yang ngotot tetap mudik karena berbagai alasan.

Salah satu alasan yang mungkin ada di benak sebagian orang adalah rasa aman dari ancaman virus Corona COVID-19. Apalagi bila yang melakukan mudik tersebut sebelumnya sudah pernah mendapat vaksinasi COVID-19.

Juru bicara program vaksinasi COVID-19 Kementerian Kesehatan, dr Siti Nadia Tarmizi, mengatakan anggapan itu berbahaya. Vaksinasi memang bisa memberi dampak perlindungan terhadap seseorang, namun bukan berarti benar-benar bisa menghentikan penyebaran virus.

"Orang yang sudah divaksinasi itu masih berpotensi membawa virus dan menularkan COVID-19," kata dr Nadia dalam talkshow Silaturahmi Terjaga Walau Tanpa Mudik pada Selasa (4/5/2021).

"Vaksin tidak seratus persen proteksinya jadi pasti akan ada risiko penularan. Yang lebih bahaya adalah ketika sudah divaksin, kan kita jadi lebih kuat, gejala itu jadi tidak muncul. Akibatnya kita positif tapi tidak bergejala, ini tentunya akan menjadi sumber penularan untuk orang lain kalau kemudian kita tetap mudik," paparnya.



Simak Video "Mudik Dilarang, Ini Mekanisme Pemerintah Batasi Mobilitas Masyarakat"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/naf)