Rabu, 05 Mei 2021 11:35 WIB

Indonesia Deteksi Varian Corona, Satgas: Jadikan Kondisi India Pelajaran

Firdaus Anwar - detikHealth
FILE - In this May 3, 2021, file photo, a man walks carrying a refilled cylinder as family members of COVID-19 patients wait in queue to refill their oxygen cylinders at Mayapuri area in New Delhi, India. COVID-19 infections and deaths are mounting with alarming speed in India with no end in sight to the crisis. People are dying because of shortages of bottled oxygen and hospital beds or because they couldn’t get a COVID-19 test. (AP Photo/Ishant Chauhan, File) COVID-19 di India. (Foto ilustrasi: AP/Ishant Chauhan)
Jakarta -

Setidaknya sudah ada tiga varian Corona dari luar negeri yang terdeteksi di Indonesia. Varian-varian tersebut jadi perhatian karena disebut ahli jadi salah satu faktor penyebab lonjakan kasus COVID-19 di beberapa negara.

Varian yang dimaksud adalah B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan B1617 dari India.

Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Doni Monardo mengatakan agar seluruh pihak berkaca dari pengalaman negara yang telah menghadapi varian tersebut. Jangan sampai Indonesia terlena dengan situasi COVID-19 yang cenderung terkendali, kemudian menurunkan kewaspadaan.

"Dengan adanya varian-varian baru ini diharapkan waspada. Apa yang telah kita capai hari ini dengan kondisi yang cukup membuat kita tenang dan nyaman, bukan berarti kita bisa lengah. Tidak boleh!" ungkap Doni dalam dialog yang disiarkan Forum Merdeka Barat, Rabu (5/5/2021).

Doni mengatakan pihaknya terus mengikuti perkembangan wabah di luar negeri. Pintu masuk diperketat karena terbukti banyak pekerja imigran yang kembali ke Indonesia positif COVID-19.

"Sekarang kita banyak menerima kepulangan pekerja migran yang sudah habis kontraknya. Di antara mereka tidak sedikit yang diperiksa ternyata positif COVID. Ini sudah kita buktikan di kedatangan di Kualanamu, Kepri, Kalimantan Barat, serta Jakarta, dan Bandara Juanda Surabaya," papar Doni.

India menjadi contoh nyata apa yang bisa terjadi ketika kewaspadaan berkurang dan protokol kesehatan jadi longgar. Di tengah kehadian varian corona baru, angka kasus COVID-19 yang terkendali bisa menjadi gelombang tsunami besar dalam kurun waktu kurang dari satu bulan.

"Mari kita jadikan keadaan di India sebagai pelajaran bangsa kita. Jangan anggap enteng COVID, COVID masih ada dan belum berakhir," pungkasnya.



Simak Video "Ramai Varian Corona Baru, Apakah Mutasi Virus Selalu Berbahaya?"
[Gambas:Video 20detik]
(fds/fds)