Jumat, 07 Mei 2021 10:45 WIB

Puluhan Pendaki Dievakuasi dari Gunung Everest Gara-gara COVID-19

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Gunung tertinggi di dunia, Gunung Everest, tercatat bertambah tinggi 86 centimeter dibanding sebelumnya. Ilustrasi Gunung Everest (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Tampaknya tidak ada satupun tempat di dunia yang aman dari COVID-19. Bahkan di base camp Everest, gunung tertinggi di dunia, puluhan pendaki sampai harus dievakuasi karena terkonfirmasi positif.

Erland Ness, seorang pendaki dari Norwedia yang dievakuasi dari base camp Everest akhir April mengkonfirmasi hal itu kepada CNN. Ia terkonfirmasi positif COVID-19 saat tiba di rumah sakit di Kathmandu, Nepal.

"Saat saya dites positif, rasanya mengejutkan. Dan lalu saya sadar bahwa ekspedisi berakhir bagi saya," kata Ness.

"Impian saya tadinya mencapai puncak dan melihat pemandangan," lanjutnya.

Pendaki dari Polandia, Pawel Michalski, menceritakan di Facebook bahwa 30 orang dievakuasi dari base camp dan hasil tesnya positif. Everest ER, organisasi yang memberikan bantuan pada para pendaki, menyebut beberapa pendaki mengisolasi diri di tenda.

"Lebih dari 30 orang sudah dievakuasi menggunakan pesawat baling-baling ke Kathmandu dengan gejala edema paru, kemudian dinyatakan positif corona," tulis Michalski.

Pemerintah Nepal sebenarnya melarang pendaki membagikan foto pendaki lain tanpa persetujuan. Namun rumor menyebut, penularan COVID-19 di kalangan pendaki sudah tinggi, bahkan bukan hanya di Everest.

Mingma Sherpa, kepala operator Seven Summits Trek menceritakan, sedikitnya 19 orang dievakuasi dari camp pendakian di Dhaulagiri, puncak tertinggi ketujuh di dunia. Tempat ini berjarak 345 km sebelah barat Everest.

Dari jumlah tersebut, positif dan 12 lainnya akan menjalani tes setelah menunjukkan gejala.



Simak Video "Siapkah Indonesia Hadapi Varian Corona yang Lebih Ganas?"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)