Minggu, 09 Mei 2021 12:31 WIB

Selidiki Serangan Misterius 'Sindrom Havana', AS Libatkan Intelijen

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
ilustrasi otak Foto: thinkstock
Jakarta -

Amerika Serikat untuk pertama kalinya mengakui serangan kesehatan misterius terjadi pada puluhan personel pemerintahan di dalam negeri. Penyebab belum diketahui, namun diberi nama Sindrom Havana atau Havana Syndrome karena pertama kali teridentifikasi di kedutaan AS di Kuba.

"Pada titik ini, saat ini, kami tidak tahu penyebab insiden tersebut, yang terbatas di alam dan juga sebagian besar dilaporkan di luar negeri," kata sekretaris pers Gedung Putih, Jen Psaki, dikutip dari ABC News, Minggu (9/5/2021).

Pemerintahan Joe Biden melakukan review intelijen untuk menentukan apakah ada kasus tidak terlaporkan sebelumnya, dan apakah ada pola yang lebih luas.

Belasan personel pemerintahan dilaporkan mengalami serangkaian gejala misterius, termasuk cedera otak traumatis, dengan beberapa di antaranya menyebut gejala aneh seperti sensasi dan bunyi tak biasa. Pemerintah AS mengakui temuan kasus di Kuba, China, Uzbekistan, dan Rusia.

Masalah tersebut telah menjadi perhatian pejabat AS sejak 2016, ketika kasus pertama dilaporkan di kedutaan di Havana. Belum ada jawaban yang pasti, sedangkan National Academies of Science pada Desember mengeluarkan laporan yang menyebut kemungkinan penyebabnya adalah energi frekuensi radio.



Simak Video "Wanti-wanti CDC Soal Wajib Masker Bagi yang Sudah Divaksin Penuh"
[Gambas:Video 20detik]
(up/up)